Kata Wayan Koster dan Dispar soal Bali Sepi Wisatawan Saat Libur Nataru 2025/2026
Pelaku usaha pariwisata di Bali mengeluhkan kondisi kunjungan wisatawan yang dinilai menurun selama periode Natal dan Tahun Baru (nataru 2025/2026), terutama dari wisatawan mancanegara.
Seorang sopir pariwisata yang juga mengelola usaha tour and travel secara mandiri, Komang, mengakui bahwa terjadi penurunan jumlah tamu asing dalam beberapa pekan terakhir.
Ia menduga sebagian wisatawan mancanegara memilih berlibur ke Thailand karena ajang SEA Games yang bertepatan dengan momentum libur Nataru.
"Sedikit (menurun). Kedatangan tamu sih menurun. Karena di Thailand kan ada SEA Games bertepatan sama Nataru. Jadi kebanyakan ke sana," ujar Komang, dikutip dari , Senin (22/12/2025).
Keluhan serupa disampaikan Ketua Asosiasi Agen Tur dan Perjalanan Indonesia (ASITA) Bali, I Putu Winastra, yang mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata.
"Memang terjadi penurunan kunjungan," kata Putu dikutip dari , Selasa (23/12/2025).
Meski belum memiliki data persentase resmi, Putu menyebut tingkat hunian akomodasi miliknya pada Desember 2025 hanya berkisar 10 hingga 15 persen.
Lalu, apa kata Gubernur Bali I Wayan Koster dan Dinas Pariwisata Bali soal penurunan jumlah wisatawan saat libur Nataru 2025/2026?
Kata Gubernur Bali I Wayan Koster soal Kabar Bali Sepi saat Libur Nataru 2025/2026
Gubernur Bali I Wayan Koster membantah keras anggapan bahwa Bali sepi wisatawan selama libur Nataru 2025/2026 berdasarkan data kunjungan yang dimiliki pemerintah.
“Bohong, saya punya data, setiap hari totalnya meningkat,” ucap Koster dikutip dari Antara, Senin (22/12/2025).
Menurut Koster, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara saat ini telah menembus 20.000 orang per hari.
Jumlah tersebut diklaim meningkat dari sebelumnya sekitar 17.000 kunjungan.
Secara akumulatif, kunjungan wisman dari Januari hingga pertengahan Desember 2025 mencapai 6,7 juta, naik dibandingkan periode yang sama 2024 sebanyak 6,3 juta.
“Tempo hari kunjungan naik kira-kira 8 persen, sekarang hitung saja per data, hingga hari ini tahun 2024 6,3 juta sekarang 6,7 juta, naik 400 ribu,” ucapnya.
Koster menilai kesan sepi muncul karena cuaca musim hujan yang membatasi aktivitas wisatawan di luar ruangan serta mengurangi mobilitas harian.
“Kan sekarang musim hujan, banjir, mungkin orang datang ke Bali tidak untuk jalan-jalan banyak yang istirahat, jadi ini datanya riil baik dari Angkasa Pura maupun dinas pariwisata,” ujar Koster.
Ia juga menyinggung rendahnya okupansi hotel akibat banyak wisatawan memilih menginap di akomodasi nonformal, seperti AirBnB yang sulit terdata dan tidak membayar pajak.
“Saya cek hotel terendah 60 persen, The Meru Sanur 80 persen, yang berbintang di Nusa Dua itu 80 persen, sebenarnya bisa lebih tinggi dari itu,” kata Koster.
"Tapi, sekarang karena ada AirBnB banyak rumah kos segala macam difungsikan sebagai penginapan, saya sudah mendapat surat dari Menteri Investasi untuk membuat pergub terkait Airbnb," pungkasnya.
Kata Dispar Bali soal Isu Sepinya Wisatawan
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali mencatat tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara mulai terlihat sejak pertengahan Desember menjelang libur Nataru 2025/2026.
Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya menyebut kenaikan terjadi sejak Minggu (14/12), dari rata-rata 17.000 orang menjadi lebih dari 20.000 orang kunjungan per hari.
“Sebetulnya sejak tanggal 14 Desember sudah ada peningkatan, untuk wisatawan asing sudah berada di atas 20 ribu per hari, demikian juga wisatawan nusantara sudah ada kenaikan sejak tanggal 19 Desember ini,” katanya dikutip dari Antara, Senin (22/12/2025).
“Kami berharap bahwa jelang Nataru ada peningkatan kedatangan wisatawan asing maupun nusantara, mudah-mudahan ini bisa berlanjut sampai tahun baru,” lanjutnya.
Menurut Sumarajaya, narasi Bali sepi wisatawan kerap muncul karena masyarakat melihat kondisi di luar musim puncak kunjungan.
“Kalau ritme kehadiran wisatawan per tahun memang di Balu ada yang high dan low season, kita high season ada di Juni, Juli, Agustus, September, setelah itu memang ada penurunan secara alami tapi tidak begitu tajam dan itu biasa dari tahun ke tahun, nanti menjelang Nataru naik kembali,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara tahunan jumlah wisman ke Bali juga meningkat dari 6,3 juta pada 2024 menjadi 6,7 juta kunjungan sepanjang 2025.
Dispar Bali pun terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga kualitas layanan pariwisata selama Nataru, termasuk mitigasi risiko cuaca musim hujan.
“Kami sudah koordinasi dengan berbagai pihak berkaitan dengan layanan pariwisata, kami sudah mengeluarkan imbauan agar kita menjaga kenyamanan dan keamanan di cuaca penghujan, dan bagaimana kami melakukan imbauan kepada pelaku usaha agar menyiapkan SOP dan mensosialisasikan do’s and don'ts,” kata Sumarajaya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang