Arsenal Dominan tapi Gagal Menang Lawan Liverpool, Arteta Ungkap Penyebabnya
Arsenal gagal memanfaatkan dominasi permainan saat menjamu Liverpool di Emirates Stadium. Laga big match Liga Inggris tersebut berakhir tanpa gol, Kamis malam waktu setempat, meski The Gunners tampil lebih agresif di sejumlah fase pertandingan.
Hasil imbang 0-0 ini tetap membuat Arsenal menjauh di puncak klasemen sementara. Pasukan Mikel Arteta kini unggul enam poin dan mencatat delapan laga beruntun tanpa kekalahan. Namun, sang pelatih tak menampik rasa frustrasi karena timnya seharusnya bisa meraih kemenangan.
Arteta menilai Arsenal sebenarnya memiliki peluang besar, terutama di babak pertama. Ia menyebut timnya berkali-kali mampu menembus area berbahaya Liverpool, tetapi gagal mengambil keputusan akhir dengan tepat.
“Kami tiba di banyak situasi bagus. Biasanya, dengan posisi seperti itu, kami tinggal memilih pemain di kotak penalti dan itu menjadi gol. Hari ini kami gagal melakukannya,” ujar Arteta usai laga dikutip laman resmi Arsenal.
Arsenal vs Liverpool
Awal Menjanjikan Arsenal
Bermain di bawah hujan dan angin kencang, Arsenal langsung menekan sejak menit awal. Dukungan penuh suporter membuat Emirates Stadium bergemuruh dan mendorong The Gunners mengurung pertahanan Liverpool di 20 menit pertama.
Peluang terbaik Arsenal di fase awal hadir lewat Jurrien Timber yang menyundul umpan Declan Rice ke arah gawang. Sayangnya, tak ada rekan setim yang mampu menyambar bola tersebut. Bukayo Saka juga nyaris mencatatkan assist usai melewati Milos Kerkez dan mengirim umpan mendatar, namun bola berada sedikit di belakang Martin Zubimendi.
Saka sempat mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, tetapi Alisson Becker masih sigap mengamankan bola di tengah kondisi lapangan yang licin.
Liverpool Bertahan dan Balas Mengancam
Liverpool perlahan keluar dari tekanan dan mulai menikmati penguasaan bola. Momen paling berbahaya bagi Arsenal terjadi ketika kesalahan komunikasi di lini belakang membuat David Raya harus melakukan sapuan terburu-buru.
Bola jatuh ke kaki Conor Bradley yang langsung melepaskan tembakan lob. Raya sudah terlewati, tetapi mistar gawang menyelamatkan Arsenal. Cody Gakpo sempat mencoba memanfaatkan bola rebound, namun Timber melakukan blok krusial.
Menjelang turun minum, Declan Rice sempat menguji Alisson lewat tembakan spekulatif. Namun secara keseluruhan, babak pertama berakhir minim peluang meski Arsenal mengawali laga dengan intensitas tinggi.
Dominasi Tak Berlanjut di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan justru menurun. Hingga satu jam laga berjalan, nyaris tak ada tembakan berbahaya dari kedua tim. Liverpool bahkan mulai mendominasi penguasaan bola, mencapai hampir 75 persen di paruh kedua.
Arteta mengakui Arsenal kehilangan kendali karena terlalu sering kehilangan bola secara tidak perlu. Hal itu membuat jarak antar lini melebar dan memberi ruang bagi Liverpool untuk mengalirkan permainan.
“Kami memberikan bola dengan cara yang tidak biasa kami lakukan. Itu membuat kami tidak kompak dan sulit mendominasi permainan,” kata Arteta.
Dominik Szoboszlai dua kali mengancam lewat situasi bola mati, meski belum menemui sasaran. Melihat situasi tersebut, Arteta merespons dengan memasukkan Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, Ebere Eze, dan Noni Madueke untuk menambah daya gedor.
Madueke langsung memberi dampak lewat umpan mendatar berbahaya ke depan gawang, namun kembali tak ada pemain Arsenal yang menyambutnya.
Finishing Jadi Sorotan Arteta
Di masa injury time, Arsenal akhirnya mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama di babak kedua. Sundulan Gabriel Jesus masih bisa ditepis Alisson, sementara Martinelli gagal memaksimalkan peluang dari sudut sempit.
Arteta menegaskan kegagalan memaksimalkan peluang menjadi perbedaan utama di laga ini. Ia membandingkannya dengan performa Arsenal saat mengalahkan Aston Villa, di mana efektivitas di kotak penalti menjadi kunci kemenangan.
“Melawan tim seperti Liverpool, detail kecil sangat menentukan. Hari ini kami disiplin dan tidak kebobolan, tetapi kami kurang tajam,” ucapnya.
Meski demikian, Arteta tetap memberi apresiasi tinggi kepada para pemainnya. Menurutnya, Arsenal telah melewati periode padat dengan performa yang konsisten dan tetap berada di posisi kuat dalam perburuan gelar.
“Ini liga yang sangat sulit. Dengan jadwal dan tuntutan seperti ini, apa yang dilakukan para pemain sangat luar biasa. Kami akan belajar dan terus melangkah,” tutup Arteta.