Menhub Dudy Sebut Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk Mulai Teratasi

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau Pelabuhan Gilimanuk
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau Pelabuhan Gilimanuk

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan kemacetan panjang antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali sudah mulai terurai. 

Panjang antrean kendaraan pun berkurang signifikan menjadi 8 kilometer setelah sebelumnya dilaporkan lebih dari 20 kilometer pada Minggu, 15 Maret 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dudy menjelaskan, pihaknya bersama stakeholder terkait terus mencari cara untuk mengatasi kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk agar tak terulang di kemudian hari.

“Kita bekerja mencari solusi dan memitigasi terhadap kondisi di lapangan dan ini bisa jadi pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi kepadatan di Gilimanuk," kata Dudy saat meninjau Pelabuhan Gilimanuk, dikutip Rabu, 18 Maret 2026.

"Saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan sehingga dalam beberapa hari kemacetan yang sampai 20 kilometer bisa mulai teratasi. Sekarang antrean kendaraan sepanjang 8 kilometer,” sambungnya.

Dudy menjelaskan, sejumlah langkah penanganan dilakukan untuk mengatasi kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk. 

Mulai dari mengoperasikan kapal-kapal besar, penambahan kapal menjadi 35 kapal oleh ASDP, mengoptimalkan buffer zone, serta menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) sebanyak 25 kapal guna mempercepat operasionalisasi kapal.

“Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi,” tuturnya.

Di samping itu, Menhub Dudy mengimbau kepada para pengusaha angkutan logistik untuk mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. 

Banyaknya truk logistik sumbu tiga ke atas yang masih beroperasi selama periode Angkutan Lebaran ini menyebabkan kepadatan dan antrean panjang di sekitar Pelabuhan Gilimanuk. 

Selanjutnya, langkah mitigasi lain akan dilakukan apabila masih terdapat banyak kendaraan yang belum terangkut pada saat Hari Raya Nyepi. 

Menhub Dudy menjelaskan, kendaraan kecil serta bus akan menjadi prioritas untuk memasuki kapal dan menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk, mengingat jumlah penumpang di kedua moda tersebut dinilai cukup besar. 

“Sementara terhadap kendaraan besar, apabila tertahan maka akan ditampung di buffer zone, kemudian sopir-sopirnya akan kita berangkatkan ke Banyuwangi sambil menunggu selesainya perayaan Hari Nyepi," ungkap dia. 

Dudy memastikan para sopir kendaraan besar tersebut tidak akan dikenai biaya transportasi dari Gilimanuk menuju Banyuwangi hingga kembali lagi ke Gilimanuk. Demikian juga dengan biaya akomodasi yang akan disiapkan oleh PT ASDP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menhub menambahkan, dari sisi Pelabuhan Ketapang juga sudah disiapkan langkah penanganan agar arus kendaraan yang tiba dari Pelabuhan Gilimanuk tidak tersendat dan berjalan lancar. 

“Di sisi Ketapang sekarang sudah ada ruas tol fungsional dari Besuki. Dengan adanya jalan tol tersebut diharapkan aliran kendaraan yang tiba dari Gilimanuk bisa teratasi. Ketapang juga ada beberapa buffer zone diperuntukkan sebagai tempat istirahat dan untuk menahan kendaraan,” pungkas Dudy.