Gubernur Bali Pastikan Pasar Badung dan Kumbasari Akan Kembali Normal Pasca Banjir
Gubernur Bali, Wayan Koster, memastikan bahwa Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, yang sempat terendam banjir, akan segera beroperasi kembali.
“Dalam beberapa hari ke depan, pedagang sudah bisa mulai aktif lagi berjualan,” ujar Koster dalam rapat koordinasi bersama Menteri Lingkungan Hidup di Denpasar, Sabtu (13/9/2025), dikutip Antara.
Banjir yang sempat merendam Pasar Badung kini sudah surut, dan upaya pembersihan sisa-sisa sampah akibat banjir telah dilakukan.
Jumlah pedagang Pasar Badung dan Kumbasari lebih dari 400 pedagang.
Bali Kondusif, Pariwisata Tidak Terpengaruh
Koster menegaskan bahwa situasi di Bali sudah aman dan kondusif. Meskipun terjadi banjir besar, tidak ada dampak signifikan terhadap sektor pariwisata.
“Tidak ada pembatalan rencana kedatangan wisatawan mancanegara. Wisatawan asing yang datang ke Bali tetap di kisaran 21-22 ribu per hari,” kata Koster. Akses ke Bandara Ngurah Rai juga tidak terganggu, dan operasional pariwisata berjalan normal.
Pemprov Bali Bekerja Sama dengan Pemerintah Pusat untuk Penanggulangan Kerugian
Sebagai tindak lanjut bencana banjir, Pemprov Bali mulai mendata kerugian yang dialami masyarakat, termasuk pedagang pasar.
Pemerintah daerah bersama dengan pemerintah pusat akan berbagi tanggung jawab dalam hal ganti rugi.
“Kami ditugaskan untuk menghitung semua ganti rugi, mana yang menjadi beban pemerintah daerah dan mana yang dibebankan kepada pemerintah pusat,” tambah Koster.
Menteri Pariwisata Pastikan Pariwisata Bali Tetap Normal
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang juga meninjau Pasar Kumbasari, memastikan bahwa sektor pariwisata Bali tetap beroperasi dengan baik meskipun banjir besar melanda.
“Kami sudah cek tidak ada pembatalan sama sekali dari wisatawan, tidak ada pembatalan penerbangan atau hotel, bahkan sedang penuh sekali, keadaan normal,” kata Widiyanti.
Meskipun ada peringatan perjalanan dari negara asal wisatawan, Widiyanti meyakini bahwa upaya Pemprov Bali untuk mengatasi dampak banjir telah berjalan dengan baik.
Data Korban dan Banjir di Bali
Pemerintah Provinsi Bali mencatat hingga hari keempat bencana banjir yang melanda Denpasar, Badung, Gianyar, dan Jembrana.
Korban meninggal dunia sebanyak 17 orang, yang terdiri dari 11 orang di Denpasar, satu di Badung, dua di Jembrana, dan tiga di Gianyar.
Korban yang belum ditemukan sebanyak lima orang, berasal dari Denpasar sebanyak dua orang dan tiga dari Badung. Hingga saat ini, tim terus melakukan pencarian.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, bencana banjir telah menggenangi 120 titik di tujuh kabupaten/kota di Bali.
Titik banjir terbanyak terjadi di Denpasar dengan 81 titik, diikuti oleh Gianyar, Badung, Tabanan, Karangasem, Jembrana, dan Klungkung.
Selain banjir, BPBD juga melaporkan bencana longsor di 12 titik di Kabupaten Karangasem, 5 titik di Gianyar, dan 1 titik di Badung.
Sementara, jumlah penduduk yang mengungsi sebanyak 562 orang akibat banjir Bali.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.