Macet Horor di Gilimanuk, Benarkah Truk Besar Jadi Biang Keroknya?

Gilimanuk, Macet Horor di Gilimanuk, Benarkah Truk Besar Jadi Biang Keroknya?

Arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 H/2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mengalami kepadatan signifikan pada tiga hari pertama operasional Posko Angkutan Lebaran.

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali bersama instansi terkait kini tengah memetakan sejumlah penyebab utama serta menyiapkan langkah strategis guna mengurai antrean panjang di jalur nasional.

Kepala Dishub Bali, I Kadek Mudarta, mengungkapkan bahwa salah satu pemicu berkurangnya kapasitas angkut di penyeberangan adalah insiden yang menimpa armada kapal.

“Itu kalau kita lihat kan dari awalnya itu memang sempat ada satu kapal yang mengalami kebakaran, salah satu kapalnya KMP Portlink itu hari Rabu,” kata Mudarta di Denpasar, Selasa (17/3/2026) dikutip dari Antaranews.

Analisis Penyebab Kepadatan di Gilimanuk

Selain insiden kapal, Mudarta menjelaskan ada beberapa faktor teknis dan non-teknis yang memperparah situasi di lapangan:

  • Kendala di Jalur Mudik: Terdapat truk yang mengalami masalah mekanis di jalur utama, sehingga akses jalan tertumpu dan memicu kemacetan.
  • Kapasitas Dermaga Terbatas: Meskipun PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sudah menambah armada, kapasitas dermaga di Pelabuhan Gilimanuk tetap terbatas. Setiap kapal yang sandar memerlukan waktu proses bongkar muatan yang tidak sebentar.
  • Lonjakan Volume Pemudik: Terjadi pergeseran waktu keberangkatan pemudik yang lebih awal. Data menunjukkan pada 15 Maret 2026, jumlah penumpang keluar naik sekitar 11 persen.
  • Data Pergerakan: Selama periode 13-15 Maret 2026, tercatat sebanyak 310.065 orang telah meninggalkan Bali. Pergerakan didominasi via Pelabuhan Gilimanuk dengan total 195.346 orang atau rata-rata 65.115 orang per hari.

Langkah Strategis: Pola TBB dan Pengalihan Truk

Gilimanuk, Macet Horor di Gilimanuk, Benarkah Truk Besar Jadi Biang Keroknya?

Kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Bali

Guna menekan penumpukan, Dishub Bali menerapkan pola operasi kapal Tiba Bongkar Berangkat (TBB). Pola ini difokuskan di Pelabuhan Ketapang untuk mempercepat kapal kembali ke Gilimanuk.

Selain itu, mulai Selasa (17/3/2026) siang, truk sumbu tiga ke atas mulai dialihkan ke Terminal Kargo Gilimanuk dan kawasan Timbangan Cekik. Langkah "mengandangkan" truk besar ini diambil untuk memprioritaskan kendaraan pribadi dan sepeda motor di jalur utama.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan pentingnya kerja sama dari para pengemudi logistik.

"Hari ini, kendaraan yang diutamakan untuk melakukan penyeberangan adalah kendaraan penumpang. Untuk pengemudi truk yang masih berada di jalur nasional Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk bahkan di luar wilayah Jembrana agar memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang telah disediakan," tegas AKBP Kadek Citra.

Menhub Soroti Kepatuhan Truk Logistik

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau Posko Terpadu Gilimanuk pada H-4 Lebaran, mengakui adanya ketidakpatuhan terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan operasional angkutan barang periode 13-29 Maret 2026.

“Saya cukup prihatin bahwa kepadatan ini terjadi. Saya mengimbau kepada para pengusaha angkutan logistik, dengan dikeluarkannya SKB pembatasan operasional diharapkan adanya kepatuhan misalnya menyesuaikan atau menggeser kendaraan truk sumbu tiga dari jalur utama selama Angkutan Lebaran,” ujar Menhub Dudy.

Menhub menambahkan bahwa saat ini tersedia 55 armada kapal dengan 35 armada yang dioperasikan secara intensif sesuai prediksi awal.

Meski sempat terjadi antrean hingga 22 kilometer, langkah mitigasi seperti buffer zone dan pola TBB telah berhasil mereduksi antrean menjadi sekitar 8 kilometer.

Terkait adanya potensi pemudik yang terjebak saat penutupan penyeberangan serangkaian Hari Suci Nyepi pada Kamis (19/3/2026), pemerintah telah menyiapkan skema khusus. Prioritas tetap diberikan kepada kendaraan penumpang dan bus.

Bagi sopir truk yang kendaraannya tertahan selama Nyepi, pemerintah akan memfasilitasi penyeberangan mereka ke Banyuwangi tanpa biaya, sementara kendaraan tetap diparkir di kantong parkir yang disediakan hingga operasional pelabuhan kembali dibuka.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Truk Besar Akhirnya "Dikandangkan" ke Terminal Kargo, Strategi Urai Kemacetan Panjang di Gilimanuk

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang