3 Tanda Gangguan Pencernaan pada Anak yang Harus Diwaspadai

3 Tanda Gangguan Pencernaan pada Anak yang Harus Diwaspadai

Selama ini, gangguan pencernaan balita kerap dikaitkan dengan gejala fisik yang jelas, seperti diare atau muntah.

Padahal, masalah pada saluran cerna juga sering ditandai dengan perubahan perilaku yang sekilas tampak tidak berkaitan dengan perut sama sekali.

"Terkadang kita tidak tahu bahwa sedang terjadi masalah. Karena gejalanya sering tidak muncul sebagai gejala pencernaan," kata dr. Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, MKes, dokter spesialis anak yang hadir dalam acara Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Tanda masalah pencernaan pada anak yang jarang disadari

1. Perubahan suasana hati yang tiba-tiba

Kendala utama dalam merawat balita adalah menerjemahkan rasa sakit yang mereka alami.

Apabila perut anak terasa begah atau penuh gas, tubuh akan mengirimkan sinyal tidak nyaman tersebut ke sistem saraf pusat di otak.

Hal ini berdampak langsung pada suasana hati mereka secara keseluruhan, membuat anak yang biasanya ceria berubah menjadi mudah marah.

Bayi atau balita bisa mendadak menjadi sangat rewel. Orangtua mungkin bingung karena anak terus menangis meskipun sudah digendong, diajak bermain, atau diberikan mainan kesukaannya.

Tangisan tanpa henti ini kerap disalahartikan sebagai fase tantrum biasa, padahal akar masalahnya bisa jadi murni karena rasa tidak nyaman di area usus.

"Sering gejalanya mood. Mood-nya anak berantakan, tidurnya enggak enak, makannya enggak mau," papar dr. Miza.

Jika anak uring-uringan tanpa alasan yang jelas dan durasinya cukup lama, orangtua perlu segera mempertimbangkan kemungkinan adanya masalah di area perut.

"Jadi tidak melulu kita ngomongin gejala pencernaan kayak muntah, diare. Tantangan terbesarnya adalah pada anak-anak yang belum bisa mengutarakan apa yang dia rasain," jelas dr. Miza.

2. Bayi menolak minum susu

Bagi bayi yang belum mengonsumsi makanan padat, kesehatan pencernaan bisa dievaluasi secara langsung melalui pola minum susunya.

3 Tanda Gangguan Pencernaan pada Anak yang Harus Diwaspadai

Dokter spesialis anak Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, MKes dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Secara alamiah, bayi akan mencari air susu ibu (ASI) atau susu dari botol ketika mereka merasa lapar atau membutuhkan rasa tenang. Susu biasanya menjadi sumber kenyamanan utama saat bayi sedang merasa gelisah.

Namun, orangtua patut waspada apabila bayi menangis terus-menerus, tetapi menolak saat diberikan susu.

Kondisi ini bisa menandakan adanya gas berlebih di dalam saluran cerna yang membuat perut mereka terasa sangat penuh, tegang, dan kaku. Akibatnya, bayi merasa tidak sanggup lagi untuk menerima asupan cairan tambahan.

"Sering (terjadi) pada anak-anak kolik, bahasa awamnya mungkin kembung kali ya. Itu adalah anaknya menolak menyusu," tutur dr. Miza.

Mengingat susu adalah sumber nutrisi utama bagi bayi, penolakan ini merupakan tanda waspada yang harus segera disikapi.

"Padahal anak-anak tuh biasanya agak jarang menolak menyusu, tapi pada saat mereka rewel tapi mereka menolak menyusu, mungkin itu kita harus mikir ke arah pencernaan," tambah dr. Miza.

3. Posisi tidur menungging pada balita

Memasuki usia yang lebih besar, balita mulai secara refleks mencari posisi tubuh tertentu untuk mengurangi rasa sakit di tubuhnya secara mandiri.

Saat perut mengalami kembung, anak akan mencari postur yang dirasa bisa mengurangi tekanan gas tersebut.

Orangtua bisa mulai memperhatikan kebiasaan anak saat mereka sedang beristirahat atau tertidur lelap di kasur.

Posisi yang sangat tidak biasa bisa menjadi petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan lambung mereka yang sebenarnya sedang bermasalah.

"Kita bisa lihat anaknya suka nungging. Tidur nungging, lagi kayak tengah-tengah main, tiba-tiba dia nungging gitu ya," sebut dr. Miza.

Postur menungging tersebut dilakukan anak untuk memberikan ruang gerak pada rongga perut sekaligus membantu mengeluarkan udara yang terjebak di dalam usus.

Jika gestur spesifik ini cukup sering dilakukan anak belakangan ini, segera jadwalkan kunjungan ke dokter spesialis anak.

"Nah itu salah satu tanda perutnya kembung dan kayaknya kita harus bawa ke dokter," ucap dr. Miza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang