Mau Ketemu Langsung dengan Ibu Oki yang Legend di Bali? Datangnya ke Warung Nasi yang Ini
Bagi pencinta kuliner Bali, nama Warung Nasi Ayam Ibu Oki bukanlah sesuatu yang asing. Warung makan yang telah lama berdiri ini dikenal sebagai salah satu destinasi wajib bagi wisatawan maupun warga lokal, terutama karena sambalnya yang khas dan ayam betutu pedas yang menggugah selera. Rasa pedasnya kuat, aromanya pekat, dan bumbunya meresap hingga ke serat daging.
Salah satu daya tarik utama Warung Nasi Ayam Ibu Oki terletak pada sambalnya. Racikan pedas yang kaya rempah ini kerap menjadi alasan utama pelanggan datang kembali. Menariknya, sang pemilik membuka peluang untuk membawa sambal legendaris ini ke bentuk yang lebih praktis. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
“Bisa (sambal dibuat kemasan), kenapa tidak. Nanti kita bikin kemasan,” jawab Ibu Oki, ditemui di Warung Nasi Ayam Ibu Oki cabang Nusa Dua, Bali, saat Media Experience #ExploreBaliWithGrab, Minggu 21 Desember 2025.
Nasi Ayam Ibu Oki, Bali.
Tak hanya sambalnya, ayam betutu pedas di Warung Nasi Ayam Ibu Oki juga memiliki keunikan tersendiri. Bumbu yang digunakan merupakan racikan khusus yang dibuat sendiri, dengan proses memasak yang tidak singkat.
“Ya, ayam betutu pedas bumbunya hasil racikan sendiri,” ujarnya.
Proses memasak ayam betutu di warung ini membutuhkan waktu berjam-jam. Mulai dari pengolahan bumbu hingga ayam benar-benar matang dan sarat aroma.
“2,5 jam paling cepat. Bikin bumbunya 2 jam, jadi total 4,5 jam. Dari bumbu kita matengin 2 jam, harus mateng biar dapet aroma dan warna yang seperti itu, biar taste-nya juga kalo udah mateng sama mentah kan beda rasanya,” jelasnya.
Setelah bumbu siap, proses memasak ayam dilakukan dengan api kecil dalam waktu lama agar bumbu meresap sempurna.
“Terus bumbu masuk ke ayamnya, kita butuh paling sedikit 2,5 jam hampir 3 jam apinya kecil banget, biar bumbunya masuk ke ayam,” lanjutnya.
Ayam yang digunakan pun bukan ayam broiler biasa. Warung Nasi Ayam Ibu Oki menggunakan ayam afkir atau ayam petelur tua, yang dikenal memiliki tekstur lebih keras namun aroma lebih kuat jika diolah dengan teknik yang tepat.
“Karena ayam yang kita pakai bukan ayam broiler, itu ayam afkir namanya yaitu ayam merah atau ayam petelur yang sudah tidak produktif. Itu umurnya udah lama, kalo dimasak pun dia butuh waktu berjam-jam, kita ada teknik sendiri untuk hal itu,” ungkap Ibu Oki.
Saat ini, Warung Nasi Ayam Ibu Oki telah memiliki tiga cabang yang tersebar di Sanur, Nusa Dua, dan Tuban. Cabang Nusa Dua menjadi salah satu lokasi di mana pelanggan bisa langsung bertemu dengan Ibu Oki.
“Total ada 3, di Sanur, Nusa Dua dan Tuban. Sementara itu, nanti kita akan bikin lebih banyak lagi,” katanya.
Dalam sehari, ratusan ekor ayam bisa habis terjual. Warung ini mulai buka sejak pukul 07.00 pagi, dengan jam operasional hingga pukul 21.00 WITA untuk cabang Nusa Dua, sementara cabang lainnya tutup lebih awal.
Seiring perkembangan zaman, Warung Nasi Ayam Ibu Oki juga mulai beradaptasi dengan layanan digital. Perwakilan Grab Indonesia menyebutkan bahwa warung legendaris ini telah bergabung dalam layanan Dine Out.
“Kami mengajak Bu Oki untuk bergabung sama (Grab) Dine Out. Alhamdulillah sudah, lagi onboarding. Seneng banget, karena Bu Oki ini paling legend juga di Bali,” ungkapnya.