Dokter Ungkap Bahaya Paparan Layar pada Anak, Gangguan Penglihatan Makin Banyak Terjadi
Paparan layar digital yang semakin tinggi pada anak-anak mulai memunculkan kekhawatiran baru di bidang kesehatan. Penggunaan gadget, tablet, televisi, hingga aktivitas belajar berbasis digital membuat risiko gangguan penglihatan pada usia dini kini menjadi perhatian serius para orang tua dan tenaga medis.
Dalam beberapa tahun terakhir, anak-anak disebut mengalami perubahan pola aktivitas visual yang cukup drastis dibanding generasi sebelumnya. Jika dulu gangguan mata lebih sering ditemukan pada usia remaja atau dewasa, kini keluhan seperti mata lelah, sulit fokus, hingga gangguan refraksi mulai muncul lebih cepat pada anak usia sekolah dasar. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Kondisi tersebut membuat pentingnya pemeriksaan mata rutin pada anak semakin disorot. Sayangnya, kesadaran banyak orang tua terhadap kesehatan penglihatan anak dinilai masih rendah. Tidak sedikit anak yang baru diketahui mengalami gangguan mata setelah prestasi belajar menurun atau muncul kesulitan membaca di sekolah.
Menurut Dr. Scarlett Cacayuran Salva, O.D dari Centro Escolar University Manila, deteksi dini gangguan penglihatan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
“Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi kemampuan belajar anak, kemampuan motorik, pemahaman membaca, hingga perkembangan mereka secara keseluruhan. Karena itu, intervensi sejak awal sangat penting untuk membantu mendukung perkembangan visual anak yang sehat,” jelas Dr. Scarlet, dalam keterangannya, dikutip Selasa 19 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa banyak anak sebenarnya tidak sadar bahwa penglihatannya bermasalah karena mereka belum memahami seperti apa kondisi penglihatan normal.
“Pediatric vision screening berfokus untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini pada anak-anak yang mungkin belum memahami seperti apa penglihatan yang jelas. Karena anak sering kali belum mampu menjelaskan keluhan atau rasa tidak nyaman yang mereka alami, proses screening dilakukan melalui observasi yang cermat dan menggunakan metode pemeriksaan yang lebih ramah anak agar masalah penglihatan dapat terdeteksi lebih awal,” tambah Dr. Scarlet.
Fenomena meningkatnya gangguan mata pada anak juga sejalan dengan perubahan gaya hidup modern. Waktu bermain di luar ruangan yang semakin sedikit serta tingginya durasi menatap layar menjadi faktor yang kerap dikaitkan dengan peningkatan kasus rabun jauh pada anak.
Karena itu, sejumlah pemerhati kesehatan mata mulai mendorong orang tua untuk lebih rutin melakukan pemeriksaan visual sejak dini, terutama pada anak usia sekolah. Pemeriksaan berkala dinilai penting agar gangguan penglihatan dapat segera ditangani sebelum memengaruhi proses belajar maupun perkembangan sosial anak.
Direktur Operasional Retail Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, menilai pemeriksaan mata anak memang membutuhkan pendekatan berbeda dibanding orang dewasa. Menurutnya, faktor kenyamanan psikologis menjadi salah satu hal penting agar anak lebih mudah menjalani proses pemeriksaan.
“Anak-anak saat ini memiliki aktivitas visual yang jauh lebih intens dibanding generasi sebelumnya. Namun awareness terhadap pentingnya pemeriksaan mata anak secara berkala masih belum menjadi prioritas di banyak keluarga. Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman terlebih dahulu. Karena itu, kami membangun Optik Tunggal Next Generation bukan hanya sebagai optik anak, tetapi sebagai ruang pediatric vision care yang mempertimbangkan pengalaman anak secara menyeluruh,” ujar Doli Rosmiaty.
Saat ini, pendekatan pemeriksaan mata yang lebih ramah anak mulai banyak dikembangkan, termasuk melalui konsep ruang pemeriksaan yang dibuat nyaman, interaktif, dan tidak menegangkan agar anak lebih kooperatif saat menjalani tes penglihatan.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mata anak, Optik Tunggal juga menghadirkan program pemeriksaan mata khusus anak usia 5–12 tahun yang berlangsung pada 16 Mei 2026 di Optik Tunggal Next Generation Kelapa Gading 3.
Program ini berfokus pada pediatric vision screening dengan pemeriksaan visus mata meliputi minus, plus, dan silinder, lengkap dengan sesi konsultasi bersama optometris yang telah mendapatkan pelatihan pediatric vision care. Pendekatan yang digunakan juga dirancang lebih ramah anak melalui metode play integrated approach dan age-appropriate testing agar proses pemeriksaan terasa lebih nyaman dan tidak menegangkan bagi anak-anak.