MJO Menguat Picu Hujan Ekstrem di Indonesia Bagian Barat, Ini Wilayah yang Terdampak

Hujan ekstrem, BMKG, MJO Menguat Picu Hujan Ekstrem di Indonesia Bagian Barat, Ini Wilayah yang Terdampak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan diri potensi hujan ekstrem di wilayah Indonesia bagian barat hingga 19 Februari 2026.

Hujan ekstrem ini dipicu oleh MJO yang menguat sepanjang sepekan ke depan

Dilansir dari laman resminya, selama periode 9–11 Februari 2026, BMKG mengamati kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.

Curah hujan harian tertinggi tercatat pada kategori ekstrem, yaitu di wilayah Sumatera Barat (169.5 mm/hari), disusul hujan lebat di Papua (79.2 mm/hari), Sumatera Utara (79.0 mm/hari), Surabaya (74.4 mm/hari), Bali (73.2 mm/hari), Maluku Utara (62.2 mm/hari), Kep. Riau (59.6 mm/hari), dan Kalimantan Utara (55.2 mm/hari).

Bagaimana dinamika atmosfer sepekan ke depan?

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprediksi aktivitas fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal masih signifikan berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia.

Pada skala global, nilai SOI dan Niño3.4 mengindikasikan kondisi La Niña lemah.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia, terutama di kawasan timur.

Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif di Samudra Hindia barat Sumatera, perairan utara Aceh, Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah tersebut.

Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer, yaitu Gelombang Rossby dan Kelvin, juga diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Dalam sepekan ke depan, monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan.

Kondisi tersebut diperkuat dengan Indeks Surge dan CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang berpotensi mengalami signifikansi.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga masih berpotensi tumbuh di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, dan di sekitar wilayah Kalimantan.

Dengan kelembapan udara yang masih tinggi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.

Wilayah terdampak cuaca ekstrem hingga 19 Februari

Periode 13–15 Februari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Angin kencang: Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Periode 16–19 Februari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.

Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.

Angin kencang: NIHIL.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang