Meski Musim Hujan, Karhutla Muncul di Riau, BMKG Deteksi 46 Titik Panas

karhutla di Riau, Meski Musim Hujan, Karhutla Muncul di Riau, BMKG Deteksi 46 Titik Panas

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya 46 titik panas atau hotspot yang tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Data tersebut menjadi peringatan dini meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun sebagian wilayah masih berada dalam periode musim hujan.

Berdasarkan pembaruan data hingga Selasa (27/1/2026) pukul 23.00 WIB, Kabupaten Inderagiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 20 titik.

Selain itu, sebaran hotspot juga terpantau di Kabupaten Bengkalis sebanyak 13 titik, Pelalawan tujuh titik, Rokan Hilir empat titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Rokan Hulu.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, mengingat cuaca di Riau dalam beberapa hari terakhir masih didominasi cerah hingga berawan.

“Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal,” katanya di Pekanbaru, Rabu (28/1/2026) dikutip dari Antara.

Bagaimana sebaran titik panas di wilayah Sumatera?

Tidak hanya di Riau, BMKG juga mencatat ratusan titik panas tersebar di Pulau Sumatera. Total terdapat 433 titik panas yang terdeteksi, dengan Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 259 titik.

Selain Aceh dan Riau, sebaran hotspot juga ditemukan di:

  • Sumatera Barat sebanyak 49 titik
  • Sumatera Utara 43 titik
  • Bengkulu 15 titik
  • Lampung 14 titik
  • Kepulauan Riau lima titik
  • Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan masing-masing satu titik

Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi karhutla tidak hanya terfokus di satu provinsi, melainkan merata di sejumlah wilayah Sumatera, sehingga membutuhkan koordinasi lintas daerah.

Apa langkah BPBD Riau dalam menangani karhutla?

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, menyampaikan bahwa dalam sepekan terakhir telah terpantau sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah.

“Memang ada beberapa titik kebakaran, tapi alhamdulillah sudah padam. Ada yang padam total, namun memang masih ada yang dilakukan pendinginan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di Kabupaten Kampar terdeteksi dua titik kebakaran dan seluruhnya telah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, di Kabupaten Bengkalis terdapat tiga titik kebakaran yang hingga kini masih dalam tahap pendinginan.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti juga ditemukan tiga titik kebakaran yang telah padam dan masih dilakukan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Adapun di Kota Pekanbaru terpantau empat titik kebakaran yang telah padam total, serta satu titik kebakaran tercatat di Kabupaten Kuantan Singingi.

“BPBD Riau terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tidak terjadi kebakaran lanjutan, terutama di wilayah yang masih dalam tahap pendinginan,” kata Edy pada Sabtu (17/1/2026).

Mengapa karhutla masih terjadi meski musim hujan?

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan masih menerima laporan karhutla di sejumlah wilayah, seperti Provinsi Aceh, Riau, dan Kalimantan Tengah. Hal ini terjadi meskipun sebagian daerah masih berada pada musim hujan.

Di Provinsi Riau, karhutla tercatat terjadi di Kabupaten Siak dan Kota Dumai. Berdasarkan laporan BPBD setempat, pada periode 1 hingga 16 Januari 2026, kebakaran lahan di Kota Dumai mencapai luas sekitar 3 hektare, sementara di Kabupaten Siak tercatat seluas 0,25 hektare. Dengan demikian, total luas lahan terbakar mencapai 3,25 hektare.

Abdul, perwakilan dari BNPB, menyebutkan bahwa upaya penanganan karhutla di Riau dilakukan melalui operasi darat oleh tim petugas gabungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang