Banjir dan Cuaca Ekstrem di Serang Meluas, 19.088 Warga dan 4.934 Terdampak

Banjir dan Cuaca Ekstrem di Serang Meluas, 19.088 Warga dan 4.934 Terdampak, Seberapa Luas Dampak Bencana di Kabupaten Serang?, Apa Penyebab Utama Banjir di Kabupaten Serang?, Bagaimana Dampak Kerusakan yang Ditimbulkan?, Wilayah Mana Saja yang Terdampak?, Bagaimana Kondisi Banjir di Kota Serang?, Wilayah Mana yang Terdampak Paling Parah di Kota Serang?

 Bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan lebat terus meluas di wilayah Kabupaten dan Kota Serang, Provinsi Banten.

Hingga Selasa (13/1/20206) malam, dampak banjir, tanah longsor, dan angin kencang dilaporkan telah menjangkau puluhan desa dan kecamatan, menyebabkan ribuan warga terdampak dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan guna meminimalkan risiko bagi masyarakat.

Seberapa Luas Dampak Bencana di Kabupaten Serang?

BPBD Kabupaten Serang mencatat bencana hidrometeorologi telah meluas hingga mencakup 32 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Data mutakhir hingga pukul 20.30 WIB menunjukkan skala dampak yang cukup besar.

"Data mutakhir hingga pukul 20.30 WIB mencatat sebanyak 5.386 kepala keluarga (KK) atau 19.088 jiwa terdampak banjir, tanah longsor, dan angin kencang," kata Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, di Serang dikutip dari Antara.

Dari jumlah warga terdampak tersebut, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni 439 lansia, 1.922 balita dan anak-anak, tiga ibu hamil, serta 24 ibu menyusui.

Apa Penyebab Utama Banjir di Kabupaten Serang?

BPBD menjelaskan bencana dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang selama kurang lebih satu hari. Curah hujan tinggi tersebut menyebabkan meluapnya sejumlah sungai besar.

Beberapa sungai yang dilaporkan meluap antara lain Sungai Ciwaka, Cikalumpang, Cidurian, Ciujung, Sumur Gede, dan Rawa Danau.

Akibat luapan tersebut, air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 2 hingga 60 sentimeter.

Bagaimana Dampak Kerusakan yang Ditimbulkan?

Selain berdampak pada aktivitas warga, bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada ribuan rumah. BPBD Kabupaten Serang mencatat total 4.934 rumah terdampak.

Rinciannya meliputi:

  • 4.889 rumah terendam banjir
  • 44 rumah terdampak tanah longsor
  • 1 rumah rusak akibat angin kencang.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat atau lokasi yang dinilai lebih aman.

Wilayah Mana Saja yang Terdampak?

Sebanyak 17 kecamatan di Kabupaten Serang dilaporkan terdampak bencana, yakni Padarincang, Cinangka, Kibin, Ciruas, Kramatwatu, Kragilan, Anyer, Bandung, Cikande, Pontang, Tirtayasa, Kopo, Cikeusal, Jawilan, Tunjung Teja, Lebakwangi, dan Mancak.

"Kondisi saat ini sebagian warga terdampak banjir melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara dan tempat yang lebih aman. Tim juga telah melakukan evakuasi warga di Masjid Jami Nuroh BCP 2 dan kawasan BNL," lanjut Ajat.

Melihat eskalasi dampak bencana, BPBD Kabupaten Serang merekomendasikan penerbitan status Tanggap Darurat. Rekomendasi ini diajukan agar proses penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

BPBD juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, antara lain:

  • alat penyedot air atau alkon
  • makanan siap saji
  • tenda pengungsian
  • perahu fiber untuk evakuasi.

Meski di beberapa titik, seperti Desa Tanjung Manis di Kecamatan Anyer dan Desa Sentul di Kecamatan Kragilan, kondisi dilaporkan mulai kondusif, petugas tetap bersiaga karena cuaca masih berawan dan berpotensi hujan.

Bagaimana Kondisi Banjir di Kota Serang?

Selain Kabupaten Serang, bencana banjir juga melanda wilayah Kota Serang. BPBD Kota Serang mencatat sebanyak 1.579 rumah terendam banjir dan 501 warga terpaksa mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan banjir terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Minggu (11/1/2026).

"Total warga yang terdampak mencapai 6.105 jiwa dari 1.658 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut sebanyak 501 jiwa harus mengungsi karena kondisi air yang cukup tinggi di permukiman mereka," ujar Diat.

Banjir tersebar di enam kecamatan, yakni Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.

Wilayah Mana yang Terdampak Paling Parah di Kota Serang?

Diat menjelaskan wilayah dengan ketinggian air tertinggi berada di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, dengan ketinggian mencapai 120 sentimeter. Di lokasi ini, sebanyak 167 jiwa dilaporkan mengungsi.

Selain itu, pengungsian juga tercatat di Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, sebanyak 200 jiwa, serta di Kelurahan Panancangan dengan jumlah pengungsi sekitar 50 jiwa.

"Kami telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi terdampak parah, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya, untuk menampung warga," kata Diat.

Selain banjir, cuaca ekstrem di Kota Serang juga menyebabkan sembilan kejadian pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menimpa bangunan.

Tidak hanya itu, sebanyak 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat angin kencang dan faktor cuaca lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor," ujar Diat Hermawan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang