BMKG Deteksi Lonjakan Titik Panas Capai 160, Riau Kembali Masuki Fase Rawan Karhutla
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau pada awal Februari 2026.
Berdasarkan pembaruan data hingga Kamis (5/2/2026) pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 160 titik panas tersebar di berbagai wilayah, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan.
Kondisi ini menjadi sinyal peringatan dini di tengah upaya pemulihan Riau pascabanjir yang sempat melanda sejumlah daerah.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini kembali menguat seiring dengan pola cuaca yang cenderung kering di beberapa wilayah.
Bagaimana sebaran titik panas di Provinsi Riau?
Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, menjelaskan bahwa dari total 160 titik panas, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni mencapai 105 titik. Selain itu, sebaran titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Bengkalis sebanyak 47 titik.
Sementara daerah lain mencatat jumlah yang lebih sedikit, yaitu Kabupaten Indragiri Hilir dua titik, Kota Dumai dua titik, Kabupaten Rokan Hilir dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Siak dan Rokan Hulu.
"Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal," katanya di Pekanbaru dikutip dari Antara.
Alfa menambahkan, meskipun hujan masih berpotensi turun, sifatnya tidak merata sehingga belum cukup efektif untuk menurunkan risiko kebakaran secara menyeluruh.
Bagaimana kondisi titik panas di Pulau Sumatera?
Tidak hanya Riau, pemantauan BMKG juga menunjukkan adanya 178 titik panas di seluruh Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau tercatat sebagai wilayah dengan titik panas terbanyak.
Provinsi lain yang terpantau memiliki titik panas antara lain Kepulauan Riau sebanyak delapan titik, Sumatera Utara empat titik, Sumatera Selatan tiga titik, Aceh dan Jambi masing-masing tiga titik, serta Sumatera Barat satu titik.
Data ini memperlihatkan bahwa wilayah Sumatera secara umum mulai memasuki fase rawan karhutla, terutama di daerah dengan karakteristik lahan gambut dan aktivitas manusia yang tinggi.
Mengapa kewaspadaan karhutla kembali meningkat di Riau?
Setelah melewati masa banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Memasuki awal Februari 2026, beberapa titik api terpantau muncul di berbagai daerah dan sebagian telah berkembang menjadi kebakaran lahan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau mencatat, luasan lahan terbakar pada pekan pertama Februari 2026 telah mencapai 126,22 hektare. Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luasan lahan terbakar terbesar, yakni 37,51 hektare.
Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dengan luasan 22 hektare, Kabupaten Pelalawan 21 hektare, serta Kota Dumai seluas 12,50 hektare.
Karhutla juga tercatat di daerah lain, antara lain:
- Kota Pekanbaru seluas 8 hektare
- Kabupaten Kepulauan Meranti, Siak, dan Kampar masing-masing 7 hektare
- Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuantan Singingi lebih dari 1 hektare
Bagaimana upaya pemadaman karhutla dilakukan?
Upaya pemadaman karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak. Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera bersama TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat terlibat langsung di lapangan.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Manggala Agni Dalkarhut Wilayah Sumatera melakukan pemadaman di tiga wilayah utama di Riau, yakni Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Siak.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa pemadaman di Kota Dumai melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polri, BPBD, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Pemadaman dilakukan di dua lokasi, yaitu lahan seluas dua hektare di Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, serta lahan 3,5 hektare di Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat.
"Di Kabupaten Bengkalis, Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama anggota TNI, Polri, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), MPA dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Bukit Batu Hutani Alam (BBHA) saat ini sedang berjuang memadamkan karhutla di Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana dengan luas kebakaran sepuluh hektare," jelas Ferdian.
Ia menambahkan bahwa tim Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama para pihak terkait juga tengah memadamkan kebakaran lahan di Desa Benayah, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.
Dalam proses pemadaman, tim di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air.
Kondisi lahan yang kering dan sulitnya akses air menjadi tantangan utama dalam menekan laju api.
"Saat ini sedang diupayakan perbantuan alat berat untuk memperdalam embung sumber air," kata Ferdian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang