BMKG Beri Prediksi Cuaca Jelang Mudik Lebaran, Cek Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat

BMKG, BMKG Beri Prediksi Cuaca Jelang Mudik Lebaran, Cek Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat

Jelang periode mudik Lebaran 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosifika (BMKG) memberikan prediksi cuaca sepanjang 13 hingga 16 Maret 2026.

Menurut BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih akan diguyur hujan lebat di periode tersebut, meski beberapa wilayah diberitakan sudah memasuki musim kemarau.

Berdasarkan pantauan pada periode 6–9 Maret 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayah Indonesia.

Pada periode tersebut, curah hujan harian pada kategori sangat lebat teramati di wilayah Banten (141.8 mm/hari) dan Jakarta Timur (123.4 mm/hari). Selain itu, curah hujan lebat teramati di Sulawesi Selatan (84.4 mm/hari), Bengkulu (82.9 mm/hari), Jambi (78 mm/hari), Sumatera Utara (73.2 mm/hari), dan Jawa Timur (59.8 mm/hari).

Tingginya intensitas hujan selama periode tersebut, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan, dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang mendorong aliran angin dari Laut Cina Selatan ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Jawa, sehingga memperkuat daerah konvergensi dan memicu pertumbuhan awan hujan.

Dinamika atmosfer jelang periode mudik Lebaran

Dilansir dari laman resminya, dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca di Indonesia diprakirakan masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal.

Fenomena MJO diprediksi bergeser ke fase 6 dan 7 (Western Pacific), sehingga konsentrasi pembentukkan awan hujan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian timur.

Selain itu, gelombang atmosfer, yaitu Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Sumatera dan Kalimantan bagian utara, sebagian Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua, yang dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif serta potensi hujan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, Bibit Siklon Tropis 95W diprakirakan masih persisten berada di Samudera Pasifik Utara Papua.

Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 20 knots, tekanan udara minimum 1006 hPa, dan pergerakan ke arah timur laut menjauhi wilayah Indonesia.

Bibit siklon ini menginduksi terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik Utara Pulau Halmahera hingga utara Papua Barat.

Daerah konvergensi lain juga diprakirakan terbentuk di sebagian besar wilayah Indonesia, meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.

Selain itu, daerah tekanan rendah terbentuk di Australia bagian utara yang menginduksi terbentuknya daerah pertemuan angin yang memanjang dari NTB, NTT, Maluku bagian selatan, hingga Laut Arafuru.

Dengan kelembapan udara yang juga masih cukup tinggi, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal di beberapa wilayah, kondisi di atas berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.

Prakiraan cuaca di periode mudik Lebaran

Sepanjang 13 hingga 16 maret 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.

Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (Hujan lebat–sangat lebat): Papua Tengah.

Angin kencang: Sulawesi Utara

Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang