Prakiraan Cuaca BMKG Jabar 5–11 Maret 2026, Ini Daerah yang Perlu Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan, mulai 5 Maret hingga 11 Maret 2026, masih didominasi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Dinamika atmosfer dinilai masih mendukung peningkatan suplai uap air serta pertumbuhan awan konvektif di sejumlah daerah.
Menurut BMKG, suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang memicu pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut diperkuat oleh sejumlah fenomena atmosfer skala global hingga lokal.
Apa faktor yang memengaruhi cuaca sepekan ke depan?
Kepala Stasiun Geofisika BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa fenomena gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih aktif.
Aktivitas gelombang frekuensi rendah ini berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan dan potensi terbentuknya daerah belokan serta pertemuan angin di sekitar wilayah Jawa Barat.
"Semua faktor itu mendukung peningkatan potensi pembentukan awan konvektif pada skala lokal di wilayah Jabar. Nah, berdasarkan prakiraan perkembangan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal, dan luaran model cuaca probabilistik atau deterministik dan analisis data pengamatan, bahwa prospek cuaca mingguan untuk wilayah Jabar, di mana potensi hujan sedang sampai lebat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi pada skala lokal dan durasi singkat di sebagian wilayah," katanya dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kondisi labilitas atmosfer berada pada kategori ringan hingga kuat. Situasi ini membuat pembentukan awan konvektif lebih mudah terjadi, terutama pada siang hingga malam hari.
Wilayah mana saja yang berpotensi diguyur hujan?
BMKG memetakan sejumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sebagai berikut:
- Kamis (5/3/2026):
Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. - Jumat (6/3/2026):
Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Garut, dan Ciamis. - Sabtu (7/3/2026):
Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, Depok, Karawang, Purwakarta, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. - Minggu (8/3/2026):
Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan. - Senin (9/3/2026):
Subang, Cianjur, Sumedang, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. - Selasa (10/3/2026):
Subang, Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Garut. - Rabu (11/3/2026):
Kabupaten Bogor, Subang, Cianjur, Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.
Apa imbauan BMKG kepada masyarakat?
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
"Kami imbau masyarakat tetap waspada pada kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis, semisal hujan lebat sampai sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang," katanya.
Selain wilayah daratan, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di sejumlah perairan Jawa Barat, antara lain perairan Bekasi-Karawang, Subang, Indramayu, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
"Potensi kecepatan angin maksimum 20-25 knot pada pagi, siang, hingga dini hari. Tolong tingkatkan kewaspadaan dan antisipasi dampak potensi angin kencang 20-25 knot (37-46 km per jam)," kata Rahayu.
Ia menjelaskan bahwa tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan seperti Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter atau dalam kategori sedang.
"Misalnya, pohon tumbang utamanya yang rimbun dan sudah tua, papan reklame dan tiang yang tak kokoh, bangunan non permanen di kawasan pantai yang mudah roboh diterpa angin, dan gesekan antarkapal yang bersandar terlalu rapat di pelabuhan. Jadi, kami meminta untuk hindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca berangin, perkuat bangunan sementara atau non permanen di area pantai, dan atur jarak sandar kapal," katanya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Prakiraan Cuaca Sepekan ke Depan: Wilayah Jabar Berpotensi Dilanda Hujan Disertai Angin Kencang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang