Tragedi Pembersih Kaca Gedung di Surabaya, Kronologi Pekerja Tewas Terhempas Angin di Lantai 26

Sebuah insiden maut menimpa pekerja pembersih kaca gedung di Apartemen Ascott Waterplace, Jalan Pakuwon Indah, Lontar, Sambikerep, Surabaya Barat, Senin (2/3/2026).
Seorang teknisi berinisial ES (51) meninggal dunia setelah terombang-ambing di ketinggian lantai 26 akibat hempasan angin kencang dan hujan deras.
Peristiwa menegangkan tersebut sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan tubuh korban yang bergelantungan di tali, terpental, dan membentur dinding gedung berkali-kali sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi tak bernyawa.
Berikut adalah kronologi lengkap dan fakta-fakta terkait kecelakaan kerja risiko tinggi tersebut:
Kronologi Kejadian: Terjebak Cuaca Ekstrem
Berdasarkan keterangan petugas di lapangan, peristiwa ini bermula ketika sejumlah pekerja pembersih kaca sedang menyelesaikan tugas mereka sejak pagi hari.
Pukul 14.00 WIB: Cuaca di kawasan Surabaya Barat mulai memburuk. Awan gelap disertai angin kencang mulai mendekat ke area apartemen.
Pukul 14.15 WIB: Terdapat dua unit gondola yang sedang beroperasi. Gondola pertama yang berisi dua pekerja berhasil turun dengan selamat ke lantai dasar sebelum badai menerjang.
Pukul 14.23 WIB: Gondola kedua yang dinaiki oleh ES (51) dan rekannya RB (54) terjebak di ketinggian lantai 26. Saat hendak turun, angin kencang disertai hujan lebat tiba-tiba menyergap, membuat mesin lift gondola terombang-ambing hebat.
"Menurut informasi, awal mula ada dua unit gondola yang menggantung. Gondola pertama berhasil turun. Namun, gondola kedua saat berada di lantai 26 terhenti, tidak bisa turun karena sudah terpontang-panting akibat angin kencang," ujar Petugas Command Center 112 Surabaya, Ekky Maulana, Senin.
Detik-detik Korban Terpental
Ilustrasi gedung perkantoran. Sebuah insiden maut menimpa pekerja pembersih kaca gedung di Apartemen Ascott Waterplace, Jalan Pakuwon Indah, Lontar, Sambikerep, Surabaya Barat, Senin (2/3/2026). Seorang teknisi berinisial ES (51) meninggal dunia setelah terombang-ambing di ketinggian lantai 26 akibat hempasan angin kencang dan hujan deras.
Saat badai memuncak, posisi ES sangat kritis. Ia diduga terpental keluar dari kerangka besi gondola dan hanya bertahan pada tali pengaman (lifeline).Selama kurang lebih 15 menit, tubuh ES terhempas angin dan membentur dinding beton gedung serta kerangka besi gondola yang beterbangan.
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M. Rohim, menjelaskan bahwa para pekerja sebenarnya sudah bersiap untuk turun saat melihat mendung, namun cuaca buruk datang lebih cepat dari perkiraan.
"Jadi posisinya sudah siap-siap turun, tapi enggak nutut (tidak sampai), sudah kena angin. Korban yang meninggal dunia terlepas dari gondola dan menggantung di udara karena terpental," kata Rohim di lokasi kejadian.
Proses Evakuasi yang Dramatis
Tim rescue gabungan dari Command Center 112, BPBD Kota Surabaya, dan DPKP segera dikerahkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan mesin lift gondola lain untuk menjangkau korban di lantai 26.
Petugas berhasil menggapai tubuh ES melalui celah jendela salah satu kamar apartemen. Sementara itu, rekan korban, RB (54), ditemukan masih berada di dalam kerangka gondola dalam kondisi syok berat namun selamat.
Pukul 17.25 WIB: Seluruh korban berhasil dievakuasi ke dalam gedung setelah proses yang memakan waktu sekitar tiga jam.
Identitas dan Kondisi Korban
Kedua korban merupakan warga Tambak Wedi Baru, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya.
- ES (51): Meninggal dunia di lokasi kejadian akibat benturan keras. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Soetomo setelah pemeriksaan oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya.
- RB (54): Selamat namun mengalami luka-luka dan trauma psikis. Saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit William Booth Surabaya.
"Satu orang dikabarkan meninggal dunia, yang tadi bergelantungan. Satu orang lain terluka dibawa ke RS terdekat," tambah Rohim.
Hingga Senin sore, Tim Inafis Polrestabes Surabaya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lantai 26 dan area landasan gondola untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut, termasuk mengecek standar keamanan alat yang digunakan.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan TribunJatim.com dengan judul Kronologi Pekerja Pembersih Kaca Tewas Tergelantung di Lantai 25 Apartemen Surabaya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang