Dadan Hindayana Tegaskan MBG TV Tak Ada Kaitannya dengan Struktur BGN

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa kanal siaran MBG TV tidak memiliki hubungan kelembagaan dengan struktur resmi BGN.
Pernyataan tersebut disampaikan Dadan untuk merespons berbagai informasi yang beredar di media sosial mengenai peluncuran MBG TV yang disebut-sebut sebagai bagian dari program lembaganya.
Menurut dia, keberadaan MBG TV merupakan prakarsa masyarakat, bukan program yang dibentuk atau dijalankan secara formal oleh BGN.
“Inisiatif masyarakat umum. Sejauh ini tidak ada kaitan dengan struktur formal BGN,” ujar Dadan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Pihak yang Meluncurkan MBG TV
Nama MBG TV belakangan menjadi perbincangan di sejumlah platform digital, termasuk Instagram dan X (Twitter), setelah muncul informasi mengenai peluncuran saluran tersebut.
Informasi awal terkait MBG TV dipublikasikan melalui laman Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (Jupnas Gizi News Portal) pada Jumat (20/2/2026).
MBG TV diperkenalkan saat Ketua Forum Jupnas Gizi Indonesia, Rival Achmad Labbaika, melakukan audiensi dengan Wakil Kepala BGN Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung di Gedung BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
MBG TV hadir sebagai sarana penyebaran informasi yang menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi publik terkait gizi.
Forum Jupnas Gizi Indonesia menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah jaringan televisi terestrial.
Saat ini, siaran MBG TV diklaim telah menjangkau 13 provinsi dan 98 kabupaten/kota di Indonesia.
Wilayah siaran mencakup DKI Jakarta dan kawasan sekitarnya, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, hingga Sumatera Selatan, serta beberapa daerah di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Selain siaran televisi, layanan live streaming juga tersedia melalui laman resmi Jupnas.
Wakil Kepala BGN Apresiasi Peluncuran MBG TV
Dalam kesempatan audiensi dengan Jupnas, Lodewyk memberikan apresiasi terhadap inisiatif edukasi publik di bidang gizi.
Ia menilai pemahaman masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program peningkatan kualitas gizi nasional.
Lodewyk juga berharap, berbagai inisiatif masyarakat dapat terus berkontribusi dalam memperluas edukasi mengenai pentingnya gizi berkualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia.
"Saya bangga atas kerja nyata Forum Jupnas Gizi Indonesia. Edukasi publik adalah faktor kunci. Masyarakat perlu memahami bahwa gizi berkualitas adalah fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia," ujarnya dikutip dari Tribunnews, Jumat (20/2/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang