Syarat dan Cara Dapat Rp 5 Juta per Bulan untuk Gen Z di Surabaya

Surabaya, Eri Cahyadi, Gen Z, Syarat dan Cara Dapat Rp 5 Juta per Bulan untuk Gen Z di Surabaya, Syarat Pengajuan Dana Rp 5 Juta untuk Gen Z, Cara Pengajuan Dana Rp 5 Juta untuk Gen Z, Dana Bisa Diakumulasi, Pemkot Surabaya Akan Beri Pendampingan

Para pemuda atau Gen Z setiap RW di Kota Surabaya, Jawa Timur, bisa memperoleh dana Rp 5 juta per bulan melalui program Kampung Pancasila.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dana ini bertujuan untuk melatih kemandirian dan visi strategis anak muda di perkampungan.

Selain itu, program ini merupakan bagian dari strategi pemkot untuk menekan angka pengangguran terbuka hingga kemiskinan di Kota Pahlawan.

Namun, ia menegaskan bahwa pencairan dana Rp 5 juta per bulan untuk Gen Z ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan harus berbasis kemanfaatan nyata untuk masyarakat.

Syarat Pengajuan Dana Rp 5 Juta untuk Gen Z

Agar dana Kampung Pancasila bisa dicairkan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh Karang Taruna atau kelompok Gen Z di tingkat RW:

1. Membuat Proposal Kegiatan

Menurut pria akrab disapa Cak Eri itu, setiap Karang Taruna atau kelompok Gen Z di tingkat RW, wajib menyusun proposal kegiatan. Khususnya dalam hal wirausaha.

2. Kegiatan Harus Beri Manfaat Nyata

Lanjut dia, proposal kegiatan harus memiliki manfaat nyata bagi Karang Taruna atau kelompok Gen Z di setiap RW.

Selain itu, kegiatan mempunyai dampak positif langsung serta jangka panjang bagi lingkungan sekitar atau pengembangan diri pemuda.

"Kalau ada manfaatnya yang secara langsung dan bisa dirasakan, uangnya langsung dicairkan. Tapi kalau hanya untuk kegiatan-kegiatan seremonial, yang tidak ada manfaatnya, nggak akan kita kasih," terang Eri, Minggu (15/2/2026), dilansir dari laman Pemkot Surabaya.

3. Fokus pada Pemberdayaan dan Kewirausahaan

Cak Eri berharap, dana tersebut nantinya dapat digunakan sebagai stimulan untuk membangun unit usaha yang dapat menyuplai kebutuhan industri Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka), mulai dari daging ayam, sayuran, hingga sandal hotel.

Pemkot Surabaya juga baru saja menjalin kerja sama dengan setidaknya 38 pelaku industri Horeka untuk menyerap produk-produk dari perkampungan di Surabaya.

"Saya ingin Gen Z ini punya pandangan, punya visi, punya rencana. Jangan sampai dikasih duit lalu habis begitu saja tanpa manfaat. Kita latih juga mereka menata rencana agar bisa menjadi wiraswasta," tegasnya.

Cara Pengajuan Dana Rp 5 Juta untuk Gen Z

Berikut tahapan cara pengajuan dana Rp 5 juta per bulan bagi Gen Z:

1. Proposal Dikumpulkan di Tingkat Kecamatan

Proposal yang telah disusun Karang Taruna atau kelompok Gen Z dikumpulkan ke tingkat kecamatan.

2. Proses Diseleksi di Tingkat Kecamatan

Cak Eri mengatakan, proposal tersebut nantinya akan diseleksi langsung oleh pihak kecamatan.

Dana Bisa Diakumulasi

Kata Cak Eri, program pemberian dana Rp 5 juta per bulan untuk Gen Z ini telah berjalan sejak Januari 2026. Namun, bagi RW yang belum sempat mengajukan proposal pada bulan pertama, ia memastikan anggaran tersebut tidak hangus dan dapat digabungkan pada bulan berikutnya.

"Januari kalau belum diambil bisa diambil di bulan Februari dengan kegiatan yang digabungkan. Misal uangnya Rp 5 juta di Januari, Rp 5 juta di Februari, maka (total) Rp 10 juta," tuturnya.

Pemkot Surabaya Akan Beri Pendampingan

Cak Eri menambahkan, Pemkot bersama stakeholder juga akan melakukan pendampingan untuk para pemuda dan Gen Z yang menerima dana tersebut.

Tujuannya, agar program yang dijalankan dapat berjalan secara berkelanjutan ke depannya.

Dirinya berharap, Kampung Pancasila tidak hanya sekadar program untuk meningkatkan rasa guyub rukun warganya, akan tetapi juga menjadi pusat inkubasi ekonomi kreatif bagi generasi muda di tingkat perkampungan di Surabaya.

Sebab, melalui program tersebut, ia menargetkan dapat mengurangi pengangguran terbuka di kalangan anak muda, mengurangi kemiskinan, hingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Belajarlah, kita mulai untuk menata agar dia (anak muda) bisa menjadi wiraswasta, bisa menjadi pergerakan kegiatan-kegiatan yang ada manfaatnya untuk kampung. Itu yang saya ingin mulai, jadi biar terbiasa," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang