Kronologi Lansia di Bali Ditemukan Meninggal saat Nyepi, Bermula dari Gonggongan Anjing

Seorang wanita lanjut usia (lansia) berinisial AAIK (65), ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Jalan Gunung Lebah, Desa Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (19/3/2026), atau saat Hari Raya Nyepi.
Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Ni Wayan Adnyani Prabawati mengatakan, kejadian ini pertama kali diketahui tetangga korban karena situasi rumah terlihat tidak biasa pada pukul 11.00 WITA.
"Tetangga korban merasa curiga karena melihat anjing peliharaan korban berada di teras dan terus menggonggong tanpa henti," ujar Prabawati pada Sabtu (21/3/2026), dilansir dari TribunBali.
Korban Terakhir Kali Terlihat Pukul 09.00 WITA
Korban terakhir kali terlihat pada pukul 09.00 WITA. Saat itu, korban tampak menuju dapur dengan maksud menghangatkan sayur menggunakan alat penanak nasi atau magicom.
Usai aktivitas tersebut, tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari dalam rumah hingga gonggongan anjing peliharaan korban mengundang perhatian tetangga sekitar.
Setelah itu, tetangga menghubungi anak kandung korban yang saat itu sedang bekerja di sebuah hotel di Kuta.
Usai mendapat kabar dari tetangga dan tiba di rumah, anak kandung korban sudah mendapati ibunya sudah tidak bernyawa di dapur.
"Saat mencoba mengecek ke dalam rumah, ditemukan korban sudah dalam posisi terbujur kaku di meja dapur," imbuhnya.
Kondisi Jenazah Sudah Kaku
Prabawati menjelaskan, korban ditemukan mengenakan kaos abu-abu dan celana kotak-kotak hitam putih tanpa menggunakan alas kaki.
Posisinya tampak lemas menyangga pada meja dapur dengan tangan kanan masih berada di atas magic com.
"Posisi kepala korban menghadap ke barat dan kaki ke timur. Tangan kanannya berada di magic com, sementara tangan kiri tergantung lemas. Kondisi jenazah saat ditemukan sudah dalam keadaan kaku (rigor mortis)," jelas Kapolsek Denpasar Barat itu.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, baik dari benda tumpul maupun senjata tajam.
Polisi pun menyimpulkan penyebab kematian diduga akibat kecelakaan tersengat aliran listrik.
"Kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Korban diduga kuat tersengat listrik saat berinteraksi dengan alat elektronik tersebut tanpa menggunakan alas kaki, yang memperbesar risiko fatalitas," pungkas Prabawati.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul "Lansia Tewas Kesetrum di Bali, Peliharaannya Menggonggong Tanpa Henti Sebelum Ditemukan Tetangga"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang