Pencarian Pendaki Yazid Hilang di Bukit Mongkrang Diperpanjang hingga 31 Januari 2026
Misteri hilangnya pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26) di Bukit Mongkrang, Karanganyar, Jawa Tengah, masih belum menunjukkan hasil hingga hari ke-10 pencarian.
Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari ke depan.
Perpanjangan dilakukan setelah evaluasi menunjukkan pencarian sebelumnya belum berjalan maksimal.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan kabut tebal menjadi tantangan utama dalam upaya menemukan keberadaan Yazid.
Operasi SAR Diperpanjang Tiga Hari
Kepala Kantor SAR Solo Kamal Riswandi mengatakan, masa operasi SAR diperpanjang hingga Sabtu (31/1/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah usulan perpanjangan disepakati seluruh unsur SAR dalam evaluasi pencarian, Rabu (28/1/2026).
“Kami memutuskan untuk kembali memperpanjang masa waktu pencarian selama tiga hari dengan pertimbangan hari ini tidak maksimal karena cuaca ekstrem,” katanya.
Menurut Kamal, hujan deras disertai kabut tebal membuat jarak pandang sangat terbatas sehingga menyulitkan proses pencarian di lapangan.
Pencarian Hari ke-10 Belum Membuahkan Hasil
Operasi pencarian terhadap Yazid Ahmad Firdaus, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, pada hari ke-10 berakhir tanpa hasil.
Tim SAR gabungan telah mengerahkan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran darat, pemantauan udara menggunakan drone, hingga penggunaan anjing pelacak (K9).
“Hari ini hari ke-10 pencarian. Tadi sudah dilaksanakan tim SAR gabungan dengan pencarian menggunakan K9, penyisiran darat, dan saat ini vertical rescue juga melakukan pencarian, namun hasilnya nihil,” kata Kamal, Rabu (28/1/2026).
Dalam operasi tersebut, ratusan personel dari berbagai instansi dan komunitas relawan diterjunkan ke Bukit Mongkrang.
Tim SAR dibagi ke sejumlah Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area berbeda, termasuk jalur-jalur curam yang hanya bisa dijangkau dengan teknik vertical rescue.
“Hari ini 350 personel dari 50 organisasi,” ujar Kamal.
Ia mengungkapkan kondisi cuaca menjadi kendala utama. Angin kencang dan kabut tebal membuat jarak pandang di puncak dan jalur pendakian tidak lebih dari lima meter.
“Kendalanya cuaca cukup ekstrem. Tadi saya sudah naik ke atas, angin cukup besar, jarak pandang juga sangat terbatas, tidak lebih dari 5 meter,” ujarnya.
Petunjuk Baru dari Obrolan Terakhir Yazid dan Rekannya
Di tengah minimnya hasil pencarian, muncul petunjuk baru dari pembicaraan terakhir Yazid sebelum hilang.
Sumarno, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan adanya obrolan Yazid dengan rekannya terkait rencana membuka jalur pendakian baru di Bukit Mongkrang.
“Saya kemarin ngobrol dengan bapaknya. Ternyata ada obrolan dengan temannya bikin jalur baru,” kata Sumarno.
Menurut informasi yang diterima, jalur tersebut berada di sekitar Pos 3 dan berbelok ke arah kiri.
“Menurut informasi, itu pos 3 belok kiri, di lokasi yang tercium bau anyir,” ujarnya.
Sumarno menyebut informasi tersebut sejalan dengan indikasi yang diperoleh tim SAR melalui anjing pelacak dan tim vertical rescue.
“Ternyata ini juga nyambung dengan indikasi yang ditemukan oleh K9 atau tim vertical kemarin. Itu adalah sebelah kiri pos 3,” bebernya.
Kronologi Hilangnya Yazid di Bukit Mongkrang
Yazid Ahmad Firdaus dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang bersama tiga rekannya pada Minggu (18/1/2026) pagi.
Mereka memulai pendakian sekitar pukul 06.00 WIB dan terpisah di sekitar Pos 3 saat perjalanan turun.
Tiga rekannya berhasil kembali ke basecamp, sementara Yazid tidak kunjung muncul.
Laporan kehilangan kemudian disampaikan kepada petugas dan operasi SAR dimulai sejak Senin (20/1/2026).
Bukit Mongkrang yang berada di kawasan Tlogodringgo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, memiliki ketinggian sekitar 2.194 meter di atas permukaan laut dan dikenal sebagai jalur pendakian yang relatif ramah bagi pendaki pemula.
Keluarga Yazid Masih Menunggu Kabar Pencarian
Hingga kini, orangtua Yazid masih menunggu kabar mengenai keberadaan anak ketiganya tersebut.
Ayah Yazid, Sapto Mulyadi (53), mengatakan putranya sudah terbiasa mendaki Bukit Mongkrang dan sempat berpamitan sebelum berangkat.
“Anak saya sudah pamit, dan saya ijinkan karena anak saya sudah beberapa kali naik di Bukit Mongkrang,” ujarnya.
Keluarga bahkan sempat menginap di basecamp untuk mengikuti langsung perkembangan pencarian.
Hingga hari ke-10 operasi SAR, keberadaan Yazid masih menjadi tanda tanya besar.
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul "Masih Nihil, Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Diperpanjang 3 Hari" dan "Pembicaraan Terakhir Yazid Sebelum Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar, Singgung Jalur Baru".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang