Dokumen Pengadilan Ungkap Cara Jeffrey Epstein Merekrut Gadis di Bawah Umur
Kasus Jeffrey Epstein terus menjadi sorotan dunia menyusul dengan kembali dirilisnya 3 juta dokumen terbaru oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ). Epstein sendiri merupakan pelaku kejahatan seksual anak. Kasusnya sendiri sudah bergulir sejak tahun 2005 lalu setelah salah satu orang tua melaporkan putrinya yang berusia 14 tahun menjadi korban pelecehan seksual.
Tak hanya terlibat kasus pelecehan seksual pada anak. Epstein diketahui diadili atas tuduhan perdagangan seks federal. Dia diketahui merekrut puluhan gadis untuk ‘dipekerjakan’. Lantas bagaimana prosesnya?
Di tahun 2024 lalu, dokumen pengadilan terkait Jeffrey Epstein mengungkap bagaimana puluhan gadis direkrut. Melansir laman BBC Internasional, Rabu 4 Februari 2026, seorang detektif di Florida menyatakan dalam kesaksiannya bahwa sekitar 30 perempuan pernah berbicara kepadanya mengenai kegiatan “memberikan pijat dan pekerjaan lain” di rumah Epstein.
Beberapa di antaranya bahkan dibayar untuk membawa teman-teman mereka. Dalam sebuah kesaksian tertulis pada tahun 2016, Joseph Recarey, seorang detektif polisi di Palm Beach, Florida, mengatakan bahwa sekitar 30 perempuan telah berbicara dengannya mengenai melakukan pijat dan pekerjaan lain di rumah Epstein yang berada di kawasan pantai.
Ia menyebutkan bahwa mantan kekasih Epstein, Ghislaine Maxwell terlibat dalam proses perekrutan para gadis tersebut. Recarey juga menyatakan hanya dua dari mereka yang memiliki pengalaman sebagai terapis pijat, sementara sebagian besar masih berusia di bawah 18 tahun.
Ketika ditanya bagaimana Epstein bisa mendapatkan akses ke begitu banyak gadis di bawah umur, sang detektif menjelaskan bahwa setiap korban yang datang ke rumah Epstein diminta untuk membawa teman-temannya. Beberapa dari mereka dibayar untuk merekrut orang lain.
“Saat mereka datang untuk melakukan pijat, itu dilakukan demi kepuasan seksual Epstein,” kata sang detektif.
Dalam dokumen pengadilan lain yang dirilis pada Januari 2024 lalu, seorang penuduh yang diidentifikasi sebagai Jane Doe #3 mengklaim bahwa ia diperdagangkan oleh Epstein untuk tujuan seksual kepada banyak pria berkuasa lainnya, termasuk sejumlah politisi ternama Amerika, eksekutif bisnis berpengaruh, presiden negara asing, seorang perdana menteri terkenal, serta pemimpin dunia lainnya.
Mantan Presiden AS, Bill Clinton Coba Lindungi Epstein?
Tak hanya itu saja, catatan pengadilan yang dibuka awal tahun 2024 itu juga memuat dokumen terkait pernyataan dari pengacara salah satu penuduh Epstein, Giuffre menyebutkan bahwa mantan Presiden Clinton mungkin memiliki informasi mengenai aktivitas Maxwell dan Epstein karena pernah bepergian bersama mereka.
Clinton telah mengakui bahwa ia pernah berhubungan dengan Epstein dan sempat menumpang pesawat pribadi Epstein untuk perjalanan kemanusiaan. Namun, ia membantah adanya tindakan melanggar hukum atau pengetahuan mengenai kejahatan Epstein. Tidak ada tuduhan ilegal terhadap Clinton dalam dokumen-dokumen tersebut.
Dalam berkas terbaru, Giuffre juga mengklaim bahwa mantan presiden AS tersebut pernah mendatangi kantor majalah Vanity Fair dan meminta mereka tidak menulis artikel tentang perdagangan seks yang melibatkan teman baiknya, Epstein.
Sementara itu, seorang juru bicara merujuk pada pernyataan mantan editor Vanity Fair, di tahun 2024 lalu Graydon Carter, mengatakan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak pernah terjadi.
Di sisi lain, dalam rangkaian email lain antara mantan jurnalis Mail on Sunday, Sharon Churcher, dan Giuffre, keduanya membahas pendekatan dari Vanity Fair yang ingin membeli sebuah foto dari Giuffre. Dalam percakapan tersebut, Churcher menyarankan Giuffre untuk menyatakan bahwa aat itu ia belum memiliki hal lain yang bisa diungkap mengenai dugaan perdagangan seks yang melibatkan dua politisi paling dihormati di dunia. Nama kedua politisi tersebut tidak disebutkan dalam email.