Iran Ungkap Satu-Satunya Cara Akhiri Perang dengan AS dan Israel
Iran melalui juru bicara Kementerian Pertahanannya menyebut bahwa hanya ada satu jalan untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran adalah dengan mengakui hak-hak rakyat Iran.
”Amerika dan zionis harus menerima hak-hak rakyat Iran. Khususunya musuh Amerika harus menjauh dari rezim zionis yang jahat dan hal itu akan membuka jalan bagi berakhirnya perang,” kata Juru Bicara Kemenhan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik kepada awak media Rabu waktu ssetempat dikutip dari laman presstv.ir, Kamis 7 Mei 2026.
Nik juga mengingatkan AS bahwa mereka tidak akan bisa keluar dari jebakan yang saat ini mereka hadapi jika tetap menolak mengakui hak rakyat Iran dan tidak memberi jarak dengan Israel yang jahat dan kriminal. Menurutnya AS juga harus menerima kenyataan yang terjadi di medan perang.
”Rakyat Iran merupakan kedalaman strategis kekuatan pertahanan Iran,” kata dia.
Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari lalu. Dalam serangan tersebut, sejumlah tokoh besar menjadi sasaran target seperti Ayatollah Ali Khamenei, kepala intelijen IRGC, Mayjen Majid Khademi, dan Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Shirazi.
Tak hanya itu saja, serangan pada 28 Februari kemarin juga menyerang sejumlah fasilitas penting Iran seperti fasilitas nuklir, sekolah, rumah sakit dan infrastruktur sipil lainnya.
Sebagai balasan angkatan bersenjata Iran meluncurkan 100 gelombang serangan. Serangan tersebut terdiri dari serangan rudal balistik, rudal hipersonik, dan drone ke pangkalan militer AS di kawasan Asia Barat serta posisi Israel di wilayah pendudukan.
Tak sampai di situ, Iran juga menutup Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap sebagai musuh dan para sekutunya. Penutupan selat Hormuz ini berdampak serius pada pasar energi global.
Menyusul dengan penutupan selat hormuz oleh Iran, Amerika Serikat juga tak tinggal diam, mereka melakukan aksi blokade laut.
Kedua negara tersebut sempat bersepakat untuk melakukan gencatan senjata pada April lalu dan memutuskan untuk mengikuti perundingan damai di Islamabad, Pakistan. Namun sayangnya setelah 21 jam melakukan perundingan tak membuahkan hasil.
Iran kemudian menegaskan tidak akan kembali ke meja perundingan sebelum blokade tersebut dicabut.
Pemerintah Teheran menyatakan masih meninjau proposal terbaru dari Washington terkait kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang, dan hingga kini belum memberikan tanggapan resmi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan pada Rabu bahwa negosiasi yang benar-benar serius membutuhkan itikad baik, bukan tekanan ataupun pemaksaan.