Masih Punya Hutang Puasa dari Tahun Sebelumnya dan Lupa Jumlahnya? Ustaz Adi Hidayaat Ungkap Begini Cara Menggantinya
Puasa Ramadan 1447 H sudah semakin dekat. Berdasarkan perhitungan terkini, sekitar 105 hari lagi kita akan menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2026.
Momen ini bisa jadi waktu yang tepat untuk mulai menunaikan kewajiban yang tertunda, terutama bagi mereka yang masih memiliki utang puasa dari Ramadan sebelumnya. Kamu bisa mulai menggantinya sejak pekan ini agar tidak menumpuk menjelang Ramadan nanti.
Namun, bagaimana jika utang puasamu bukan hanya dari tahun lalu, tapi juga dari tahun-tahun sebelumnya? Apalagi jika kamu sudah lupa berapa hari yang belum dibayar, haruskah tetap diganti, dan bagaimana cara menunaikannya dengan benar?
Terkait hal ini, ustaz Adi Hidayat memberikan jawaban tersendiri. Dalam video yang diunggah di saluran YouTube Mildiani Ilham, Ustaz Adi meminta Anda merenungkan kembali alasan dibalik Anda tidak berpuasa di bulan ramadhan saat itu.
”Pertanyaannya kenapa saat yang lainnya puasa Anda bolong? Saat orang lain menjalankan ketaatan kepada Allah Anda meninggalkan, apa masalahnya? Maka dari sini syukuri dulu Anda mau bertanya, artinya ada petunjuk dari Allah yang sayang pada Anda untuk berubah lebih baik,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat juga mengungkap langkah yang bisa dilakukan kemudian adalah dengan bertaubat kepada Allah SWT. Seperti dalam Al Quran surat An Nisa ayat ke-17 yang dijelaskan bahwa Allah akan menerima taubat hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
”Kedua bertaubatlah kepada Allah SWT berjanji tidak akan mengulangi lagi dan tampil lebih baik dari sebelumnya, Quran surah ke-4 ayat 17 ’Sungguh taubat yang diterima Allah adalah orang yang pernah berbuat salah’ tidak ada orang yang sempurna pasti pernah salah tapi yang terbaik ketika salah mau kembali kepada Allah dan mempercepat perbaikannya,” jelasnya.
Terkait dengan bagaimana cara mengganti puasa yang telah bertahun-tahun lamanya? Ustaz Adi menyebut Anda tetap harus mengganti puasa ramadhan tersebut di hari-hari di luar bulan Ramadhan. Terkait dengan jumlahnya, Ustaz Adi menyebut bisa memperkirakannya meskipun jumlah puasa yang digantikan tersebut tidak diketahui.
”Lalu bagaimana cara menggantinya? Hari-hari selain ramadhan Anda ganti usahakan. Anda perkirakan berapa kira-kira saya meninggalkannya lalu coba Anda maksimalkan. Anda bisa memprediksi itu walaupun jumlahnya tidak diketahui, tapi umumnya Anda bisa paham,” jelas Ustaz Adi Hidayat.
Untuk menjalankan puasa pengganti, Ustaz Adi Hidayat mengungkap bisa dimulai pada hari Senin dan Kamis. Sebab banyak orang yang menjalani puasa Senin-Kamis sehingga membantu meringankan Anda untuk berpuasa. Setelahnya jika sudah terbiasa bisa mulai menjalankan puasa daud untuk mengganti puasa ramadhan dari tahun-tahun sebelumnya.
”Lalu Anda mulai tunaikan ganti puasa itu bisa dimulai Senin, Kamis, biasanya orang banyak puasa sehingga terasa ringan Anda menjalankannya. Senin niatkan puasa mengganti, Kamis niatkan puasa mengganti setelah terbiasa Anda bisa melatih puasa daud,” jelasnya.
Ustaz Adi Hidayat juga menekan bahwa hal yang penting diketahui umat muslim adalah Allah tidak butuh dengan puasa yang dikerjakan hamba-Nya. Hal paling penting dari puasa itu sendiri kata Ustaz Adi Hidayat adalah tentang bagaimana kita bisa berubah lebih baik lagi kepada Allah SWT.
”Yang paling penting Allah tidak butuh dengan puasa Anda, yang paling penting dari puasa itu bagaimana kita menunjukkan kepada Allah kalau kita sudah berubah lebih baik lagi untuk mendapat Ridho dari Allah SWT. Jadi silahkan Anda ganti, qadha puasa, prediksikan oleh Anda sedapat mungkin ditunaikan walaupun belum mengetahui jumlah pastinya. Mudah-mudahan ketika kita menjalankan diwafatkan oleh Allah, Allah terima taubat kita dan amalan kita diterima dan diwafatkan dalam keadaan khuznul khatimah,” jelas Ustaz Adi Hidayat.