Deretan Nama Tokoh Terkenal dalam 3 Juta Dokumen Jeffrey Epstein yang Dirilis DOJ AS

Presiden AS Donald Trump di World Economy Forum Davos 2026
Presiden AS Donald Trump di World Economy Forum Davos 2026

Jutaan dokumen baru terkait pelaku kejahatan seksual mendiang Jeffrey Epstein dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), Jumat 30 Januari 2026. Ini merupakan jumlah dikumen terbesar yang bisa diakses publik sejak undang-udang yang mewajibkan pengungkapan kasus tersebut disahkan tahun lalu.

Rilis ini dilakukan enam minggu setelah DOJ melewatkan tenggat waktu yang ditetapkan dalam undang-undang yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump, yang mewajibkan seluruh dokumen terkait Epstein dibuka ke publik.

“Rilis hari ini menandai berakhirnya proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat menyeluruh, demi memastikan transparansi bagi masyarakat Amerika dan kepatuhan terhadap aturan,” ujar Wakil Jaksa Agung Todd Blanche.

Tiga juta dokemen dengan 180 ribu gambar dan 2 ribu video itu memuat berbagai informasi, mulai dari masa Epstein di penjara termasuk laporan psikologis hingga kematiannya saat menjalani tahanan. Selain itu, ada pula catatan penyelidikan terhadap Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang divonis bersalah karena membantu memperdagangkan anak perempuan di bawah umur.

Dokumen itu juga berisi korespondensi email antara Epstein dan sejumlah tokoh terkenal. Lantas siapa saja mereka? Berikut ini beberapa tokoh terkenal yang dimaksudkan seperti melansir laman BBC UK, Senin 2 Februari 2026.

Keluarga Kerajaan Inggris

Dokumen ini menyoroti kedekatan Epstein dengan kalangan kerajaan Inggris. Di antaranya terdapat email antara Epstein dan seseorang bernama ‘The Duke’, yang diyakini sebagai Andrew Mountbatten-Windsor. Email itu membahas rencana makan malam di Istana Buckingham dengan suasana yang disebut sangat privat.

Dalam pesan lain, Epstein menawarkan mengenalkan The Duke kepada seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun.

email tersebut ditandatangani dengan huruf A, dengan tanda tangan yang tampak berbunyi ‘HRH Duke of York KG’. Korespondensi ini terjadi pada Agustus 2010, dua tahun setelah Epstein mengaku bersalah dalam kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur.

Dalam rilis dokumen terbaru, juga terdapat sebuah foto yang diduga memperlihatkan mantan pangeran tersebut berlutut dengan posisi merangkak di atas seorang perempuan yang terbaring di lantai.

Selain itu, ada email lain antara Epstein dan Mountbatten-Windsor tertanggal Februari 2011, yang menimbulkan keraguan atas klaim Andrew bahwa ia telah memutus hubungan dengan Epstein sejak tahun sebelumnya.

Namun, isi email-email tersebut tidak menunjukkan adanya tindakan melanggar hukum.

Mountbatten-Windsor telah lama menjadi sorotan karena hubungan pertemanannya dengan Epstein dan berulang kali membantah melakukan kesalahan apa pun.

Beberapa email lain dalam rilis terbaru tampaknya merupakan korespondensi antara Epstein dan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew.

Salah satu email tertanggal 4 April 2009 ditandatangani dengan kalimat, “Love, Sarah, The red Head.!!”

Dalam email itu, Ferguson menyebut akan berada di Palm Beach dan ingin minum teh bersama. Ia juga membahas ide-ide untuk perusahaannya, Mother’s Army. Mantan Duchess of York tersebut menyebut Epstein sebagai “sahabatku yang luar biasa dan istimewa”.

Ia bahkan menyebut Epstein sebagai legenda dan mengatakan, dirinya sangat bangga pada Epstein. Padahal, saat email tersebut dikirim, Epstein masih menjalani tahanan rumah atas vonis tahun 2008.

Penasehat Kemanan Nasional PM Slovakia

Sejumlah tokoh asing lainnya juga disebut, termasuk penasihat keamanan nasional perdana menteri Slovakia, Miroslav Lajčák. Ia mengundurkan diri setelah pesan singkat antara dirinya dan Epstein terungkap dalam dokumen, termasuk percakapan pada 2018 yang berisi obrolan santai tentang perempuan dan rencana pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

Setelah Epstein mengirim sebuah gambar Lajčák memberikan balasan yang menyebut dirinya telah memilih seorang gadis untuknya.

“Kenapa kamu tidak mengundangku ke permainan-permainan ini? Aku akan memilih gadis ‘MI’.,” bunyi pesan itu.

Perlu ditegaskan bahwa tercantumnya nama seseorang dalam dokumen ini tidak berarti orang tersebut melakukan pelanggaran hukum.

Awalnya, Lajčák membantah pernah membahas perempuan dengan Epstein saat dokumen dirilis pada Jumat, menurut media Slovakia. Namun kemudian ia menyatakan mundur untuk menghindari dampak politik terhadap Perdana Menteri Robert Fico.

Trump disebut ratusan kali

Nama Presiden AS Donald Trump disebut ratusan kali dalam dokumen yang baru dirilis. Trump diketahui pernah berteman dengan Epstein, namun mengaku hubungan itu telah memburuk sejak lama dan ia membantah mengetahui kejahatan seksual Epstein.

Salah satu dokumen baru adalah daftar yang disusun FBI tahun lalu, berisi tuduhan terhadap Trump yang dilaporkan oleh penelepon ke pusat pengaduan nasional FBI. Banyak dari tuduhan tersebut berasal dari laporan yang belum diverifikasi dan tidak disertai bukti pendukung.

Daftar itu memuat berbagai tuduhan pelecehan seksual terhadap Trump, Epstein, dan sejumlah tokoh terkenal lainnya.

Trump secara konsisten membantah semua tuduhan terkait Epstein dan tidak pernah dituduh melakukan kejahatan oleh para korban Epstein.

Ketika ditanya soal tuduhan terbaru, Gedung Putih dan Departemen Kehakiman merujuk pada pernyataan resmi yang menyertai rilis dokumen tersebut.

“Sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump, yang diserahkan ke FBI tepat sebelum pemilu 2020. Perlu ditegaskan, klaim tersebut tidak berdasar dan salah. Jika memiliki sedikit saja kredibilitas, tentu sudah lama digunakan untuk menyerang Presiden Trump,”ujar Departemen Kehakiman AS.

Elon Musk

Dokumen ini juga memuat korespondensi email antara Epstein dan miliarder teknologi Elon Musk. Musk, yang tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran dalam kasus ini, sebelumnya mengatakan bahwa Epstein pernah mengundangnya ke pulau miliknya, namun ia menolak.

Namun, email-email baru menunjukkan bahwa Elon Musk sempat membahas kemungkinan berkunjung lebih dari sekali, termasuk rencana perjalanan pada 2012.

“Siang atau malam apa pesta paling liar di pulau kamu?,” demikian bunyi dalam salah satu email yang dikirim Elon.

Dalam email November 2012, Epstein menanyakan berapa orang yang perlu diangkut dengan helikopter ke pulau tersebut, dan Musk menjawab hanya dirinya dan istrinya saat itu, Talulah Riley.

Dalam email lain yang dikirim pada Hari Natal 2012, Musk menanyakan apakah Epstein berencana mengadakan pesta, karena ia ingin melepaskan penat.

“Aku sudah bekerja sampai batas kewarasan tahun ini, jadi setelah anak-anakku pulang usai Natal, aku benar-benar ingin berpesta di St Barts atau tempat lain dan bersenang-senang. Pengalaman pulau yang tenang,” tulis Musk.

Dalam rangkaian email lain pada akhir 2013, Musk dan Epstein kembali membahas rencana kunjungan ke pulau tersebut, termasuk soal tanggal dan logistik.

Tidak ada bukti bahwa Musk benar-benar pernah mengunjungi pulau Epstein.

“Saya sangat menyadari bahwa sebagian korespondensi email dengan Epstein bisa disalahartikan dan digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencemarkan nama baiknya,” tulis Elon Musk dalam unggahan di platform X pada Sabtu, 31 Januari 2026.

 “Aku tidak terlalu peduli soal itu. Yang aku pedulikan adalah setidaknya ada upaya untuk menuntut mereka yang benar-benar melakukan kejahatan serius bersama Epstein, terutama terkait eksploitasi keji terhadap anak perempuan di bawah umur,” kata dia menambahkan.

Bill Gates 

Juru bicara pendiri Microsoft, Bill Gates, menanggapi tuduhan-tuduhan sensasional dalam dokumen Epstein terbaru termasuk klaim bahwa Gates tertular penyakit menular seksual dengan menyebutnya sangat tidak masuk akal dan sepenuhnya salah.

Dua email tertanggal 18 Juli 2013 tampaknya disusun oleh Epstein, namun tidak jelas apakah pernah dikirim ke Gates. Kedua email tersebut dikirim dari dan ke akun email Epstein sendiri, tanpa terlihat adanya alamat email milik Gates, serta tidak ditandatangani.

Salah satu email ditulis seolah-olah sebagai surat pengunduran diri dari Bill and Melinda Gates Foundation, dan mengeluhkan keharusan mencari obat untuk Gates akibat hubungan seksual dengan perempuan Rusia.

Email lainnya, yang diawali dengan sapaan “dear Bill”, berisi keluhan bahwa Gates mengakhiri pertemanan, serta klaim bahwa Gates berusaha menutupi infeksi menular seksual, termasuk dari istrinya saat itu, Melinda.

 “Klaim-klaim ini yang berasal dari seorang pembohong terbukti dan penuh dendam sama sekali tidak masuk akal dan sepenuhnya palsu,” demikian keterangan Juru bicara Gates kepada BBC UK.

Ia menambahkan, satu-satunya hal yang ditunjukkan dokumen-dokumen ini adalah frustrasi Epstein karena tidak memiliki hubungan berkelanjutan dengan Gates, serta sejauh apa ia bersedia melangkah untuk menjebak dan mencemarkan nama baik orang lain.