Bill dan Hillary Clinton Bakal Beri Kesaksian Kasus Jeffrey Epstein

Hillary dan Bill Clinton.
Hillary dan Bill Clinton.

Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton sepakat untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan Kongres terkait pelaku kejahatan seksual, mendiang Jeffrey Epstein. Kesepakatan ini tercapai beberapa hari sebelum dilakukan pemungutan suara mengenai kemungkinan menjatuhkan tuduhan penghinaan pidana (criminal contempt) kepada pasangan Clinton, menyusul penolakan mereka selama berbulan-bulan untuk hadir di hadapan Komite Pengawas DPR AS.

“Mereka bernegosiasi dengan itikad baik. Sebaliknya, kalian tidak. Mereka telah menyampaikan di bawah sumpah apa yang mereka ketahui, tetapi kalian tidak peduli. Namun mantan Presiden dan mantan Menteri Luar Negeri itu akan hadir. Mereka berharap dapat menetapkan preseden yang berlaku untuk semua orang," tulis Wakil Kepala Staf Bill Clinton, Angel Ureña dalam akun X-nya pada Senin malam waktu setempat.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman BBC UK, Selasa 3 Februari 2026, belum diketahui kapan pemeriksaan tertutup (deposisi) akan dilakukan. Jika terlaksana, ini akan menjadi pertama kalinya seorang mantan presiden AS memberikan kesaksian kepada panel Kongres sejak Gerald Ford melakukannya pada 1983.

Selama ini, pasangan Clinton menolak permintaan untuk hadir langsung di hadapan komite dengan alasan mereka sudah menyerahkan pernyataan tertulis di bawah sumpah yang mencerminkan informasi terbatas yang mereka miliki tentang Epstein. Mereka juga menilai surat panggilan hukum yang dikeluarkan komite tersebut “tidak lebih dari upaya untuk mempermalukan lawan politik, sebagaimana diarahkan oleh Presiden Trump”.

Meski demikian, Komite Pengawas DPR AS yang dipimpin Partai Republik kemudian menyetujui langkah untuk menjerat pasangan Clinton dengan tuduhan penghinaan terhadap Kongres pada akhir bulan lalu, dengan dukungan sejumlah anggota Partai Demokrat.

Pada Sabtu, tim pengacara pasangan Clinton mengajukan tawaran untuk memberikan kesaksian terbatas, yang akan berfokus pada wawancara selama empat jam dengan Bill Clinton. Namun, Ketua Komite Pengawas DPR, James Comer, menyatakan kekhawatirannya bahwa mantan presiden itu akan menghindari pertanyaan dan mengulur waktu.

“Saya akan memperjelas ketentuan yang mereka setujui, lalu membahas langkah selanjutnya dengan anggota komite," kata Comer.

Foto Bill Clinton di Epstein File

Baik Bill maupun Hillary Clinton tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran oleh para penyintas korban pelecehan Epstein, dan keduanya membantah mengetahui kejahatan seksual yang dilakukan Epstein. Sementara itu, Hillary Clinton,menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bertemu ataupun berbicara dengan Epstein.

Namun di satu sisi dalam catatan penerbangan pesawat pribadi Epstein menunjukkan bahwa Bill Clinton sempat melakukan empat penerbangan internasional pada 2002 dan 2003.

Tak lama setelah Epstein ditangkap atas tuduhan perdagangan seks pada Juli 2019, juru bicara Clinton mengatakan bahwa mantan presiden itu melakukan perjalanan dengan pesawat tersebut, termasuk untuk singgah dalam rangka kegiatan Yayasan Clinton.

Bill Clinton juga muncul dalam sejumlah foto di kediaman Epstein yang telah meninggal. Foto-foto tersebut termasuk dalam kumpulan dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS untuk memenuhi undang-undang yang disahkan Kongres, yang mewajibkan pengungkapan seluruh materi penyelidikan terkait mendiang terpidana kasus pedofilia tersebut.

Salah satu foto memperlihatkan Clinton sedang berenang di kolam renang, sementara foto lainnya menunjukkan dirinya berbaring telentang dengan tangan di belakang kepala di sebuah tempat yang tampak seperti kolam air panas.

Saat foto-foto itu dirilis pada Desember lalu, Ureña menegaskan bahwa gambar-gambar tersebut diambil puluhan tahun silam dan Clinton telah menghentikan hubungannya dengan Epstein jauh sebelum kejahatannya terungkap ke publik.

Clinton VS DPR AS

Bulan lalu, pasangan Clinton juga mengirimkan surat kepada James Comer yang berisi kritik terhadap cara Ketua Komite Pengawas DPR itu menangani penyelidikan kasus Epstein.

“Keputusan yang Anda ambil dan prioritas yang Anda tetapkan sebagai ketua dalam penyelidikan Epstein justru menghambat kemajuan dalam mengungkap fakta mengenai peran pemerintah,” tulis mereka dalam surat tersebut.

Mereka menambahkan bahwa tidak ada penjelasan yang masuk akal atas tindakan mereka selain kepentingan politik partisan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Comer menegaskan bahwa pemanggilan terhadap pasangan Clinton telah disetujui melalui pemungutan suara lintas partai dan menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum.

“Kami telah berkomunikasi dengan tim hukum Presiden Clinton selama berbulan-bulan, memberi mereka kesempatan berkali-kali untuk datang dan meluangkan waktu sehari. Namun mereka terus menunda, menunda, dan menunda,” ujar politisi Partai Republik asal Kentucky tersebut.