Ahli Botani Ungkap Cara Mengusir Semut dari Tanaman Buah dengan Bahan-bahan Aman

Semut kerap menjadi masalah pada tanaman buah karena mereka mencari sumber makanan berupa nektar, cairan manis, atau embun madu yang dihasilkan oleh hama lain seperti kutu daun dan kutu putih.
Beberapa jenis semut, terutama semut hitam dan semut merah kecil, membangun koloni di sekitar pohon dan melindungi hama penghasil embun madu tersebut agar pasokan makanannya tetap ada.
Akibatnya, populasi hama di tanaman buah semakin meningkat dan menimbulkan kerusakan pada daun maupun pucuk.
Untuk mengusir semut, pemilik tanaman bisa memanfaatkan bahan sederhana seperti larutan sabun cair, kulit jeruk, atau bubuk kopi.
Bahan-bahan alami ini sebaiknya dipilih agar produksi buah aman dikonsumsi.
Cara mengusir semut dari tanaman buah
Dilansir dari ABC News (22/2/2022), Jason Chongue, seorang penggemar tanaman indoor yang mengelola bisnis penataan dan kurasi tanaman di Melbourne mengatakan, semut sering masuk ke dalam rumah saat musim panas untuk menghindari panas dan membuat sarang.
“Tanaman indoor sangat ideal bagi semut karena mereka suka membuat liang di dalam tanah. Dan mereka juga tertarik pada getah yang berasal dari hama seperti kutu perisai (scale),” ujarnya.
Semut akan menempel pada daun dan mengisap nutrisi dari helaian daun.
Jadi, jika Anda menemukan semut, Chongue menyarankan untuk memeriksa tanaman tersebut apakah ada kutu perisainya juga.
Berikut beberapa cara mengusir semut dari tanaman buah:
1. Merendam tanaman pot di dalam air sabun
Chongue memberikan solusi sederhana untuk mengusir semut dari tanaman buah yang ditanam di dalam pot.
“Metode yang paling efektif bagi saya sebenarnya hanya merendam tanaman dalam air sabun,” ujarnya.
“Cukup rendam saja, hampir seperti menenggelamkannya. Lalu ulangi proses ini setiap tujuh hari sampai semutnya hilang,” sambungnya.
Air akan mengusir semut dari rongga-rongga persembunyian di dalam tanah, sementara sabun (cukup memakai sedikit cairan pencuci piring) akan meninggalkan residu berminyak yang membuat semut sulit bertahan.
Agar tanaman aman, gunakan 1-2 tetes sabun pencuci piring untuk 1 liter air. Rendam selama 10-20 menit saja.
2. Basmi kutu perisai yang ada
Jika Anda menemukan kutu perisai pada tanaman, ada satu pekerjaan tambahan yang harus dilakukan.
“Untuk memberantas semut, cara terbaik adalah menghilangkan sumber makanan mereka,” ujar Alice Crowe, ahli botani.
“Memang agak menjijikkan, tapi Anda bisa mengeriknya menggunakan kuku ibu jari, atau Anda bisa menyemprotkan white oil (campuran minyak nabati dan sedikit deterjen) pada batang dan daun," sambungnya.
Minyak akan menutup bagian luar tubuh kutu perisai dan mencegah mereka mengambil oksigen serta melakukan metabolisme.
Langkah ini mungkin perlu diulang tiga atau empat kali karena kutu perisai terkadang tahan banting.
3. Taburi kopi bubuk
Dilansir dari laman Country Living (24/6/2025), semut tidak menyukai aroma kopi. Jadi meletakkan kopi bubuk di sekitar pot tanaman buah bisa mencegah semut menyerang pohon.
Selain tidak menyukai aromanya, semut juga tidak menyukai tekstur kopi di bawah kaki mereka.
4. Letakkan kayu manis
Semut juga tidak menyukai kayu manis. Jadi Anda bisa meletakkan batang/serbuk kayu manis di bawah pohon buah Anda atau di dekat pot tanaman.
5. Gunakan kulit jeruk
Semut peka terhadap aroma citrus sehingga akan menghindari bau kulit jeruk yang menyengat.
Hal ini bisa Anda jadikan senjata. Letakkan kulit jeruk di tanah, di sekitar pohon buah Anda.
6. Bersihkan sampah dedaunan
Daun dan ranting kering yang berjatuhan di tanah sebaiknya segera dibersihkan. Karena sampah yang menumpuk di sekitar tanaman bisa menjadi sarang koloni semut.
Cara mencegah semut menyerang tanaman buah
Ilustrasi tanaman buah jeruk. Periksa tanaman rutin untuk mencegah serangan semut.
Sayangnya tidak ada cara yang benar-benar menjamin semut tidak akan kembali. Namun Chongue mengatakan, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menjaga perawatan rutin tanaman.Pertama, melakukan pemeriksaan cepat saat menyiram tanaman untuk melihat apakah ada hama atau penyakit baru.
Kedua, mengelap permukaan daun jika memungkinkan.
Ketiga, ketika memeriksa kutu perisai, Ms Crowe mengatakan agar memberi perhatian khusus pada batang serta bagian bawah daun.
“Mereka bisa sangat licik, dan populasinya bisa berkembang sebelum Anda menyadarinya. Tapi kalau Anda memberi perhatian rutin pada tanaman, masalah ini bisa terdeteksi lebih awal," pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang