Sempat Anjlok 100 Poin, Analis Tetap Optimistis IHSG Terbang Tinggi Menuju Target Purbaya
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami guncangan hebat tepat 30 menit sebelum penutupan perdagangan sesi kedua Senin, 12 Januari 2025. Meski sempat terkoreksi tajam, proyeksi jangka menengah IHSG dinilai masih menyimpan ruang penguatan yang signifikan untuk terbang mendekati level 10.000.
IHSG anjlok 100 poin menjadi 8.725 kemudian berbalik naik sehingga memangkas koreksi menjadi 52,02 poin atau 0,58 persen ke level 8.884,72.
Indeks domestik bangkit saat pembukaan perdagangan pada Selasa pagi, 13 Januari 2026. IHSG menguat 0,45 persen atau 40 poin ke posisi 8.924.
Chief Asia Equity Strategist HSBC Investment Global Research, Herald van der Linde, mengungkapkan keyakinan terhadap prospek cerah indeks domestik. Ia memprediksi IHSG mampu menembus level 9.700 pada tahun 2026.
“Kami memiliki target indeks (IHSG) 9.700, naik dari level saat ini sekitar 8.600 atau sekitarnya," ujar Herald dikutip dari Antara pada Selasa,13 Januari 2026.
Karyawan mengambil gambar layar pergerakan harga saham (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto ilustrasi)
Herald menyampaikan, potensi penguatan IHSG didorong oleh perbaikan Price to Earnings Ratio (PE Ratio) saham-saham Indonesia secara umum. Selain itu, ekspektasi membaiknya kinerja laporan keuangan (L/K) perusahana tercatat (emiten) untuk Tahun Buku 2025 turut menjadi katalis penting bagi pasar.
Dari faktor eksternal, Herald menyoroti tren saham-saham berbasis Artificial Intelligence (AI) di bursa global sebagai katalis positif bagi IHSG. Menurutnya, emiten AI mampu menarik minat investor ke pasar negara berkembang.
“Sentimen cooling di AI, atau setidaknya orang-orang melihat lebih jauh atau hanya sekedar eksposure di Korea, Taiwan, yang telah menjadi cerita selama enam hingga sembilan bulan terakhir,” lanjut Herald.
Meski IHSG masih dipayungi berbagai sentimen positif, Herald memperingati risiko dari reli IHSG. Setidaknya, Herald melihat dua ancaman yang kemungkinan muncul bersamaan kinclongnya IHSG.
"Risikonya bisa berupa fluktuasi mata uang, bisa juga arus global,” tegas Herald.
Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mematok capaian IHSG secara spesifik untuk tahun 2026. Namun, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) menyentuh Rp 14,5 triliun, 50 Initial Public Offering (IPO) baru, serta penambahan 2 juta investor baru.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimis bahwa IHSG di tahun 2026 akan bisa menembus hingga ke level 10.000. Purbaya mengatakan membaiknya pertumbuhan ekonomi di tahun ini sehingga posisi tersebut bukanlah hal yang mustahil.