Trafik Data Indosat Lebaran 2026 Diprediksi Naik 18 Persen

Trafik Data Indosat Lebaran 2026 Diprediksi Naik 18 Persen
Trafik Data Indosat Lebaran 2026 Diprediksi Naik 18 Persen

  • Indosat memproyeksi lonjakan trafik data mencapai 65.000 TB pada puncak Lebaran 2026.
  • Perusahaan menyiagakan 2.500 teknisi dan menambah 1.500 site baru untuk menjaga konektivitas.
  • Laporan penipuan siber (fraud) berpotensi meningkat hingga 35 persen selama periode Ramadan.

Strategi Penguatan Jaringan Selama Mudik 2026

Indosat berkomitmen menjaga kualitas layanan demi kenyamanan pelanggan selama perjalanan jauh. Manajemen memprediksi puncak trafik akan terjadi pada H+2 Lebaran. Hal ini selaras dengan tingginya penggunaan media sosial dan layanan streaming saat libur panjang.

Senior Vice President (SVP) Head of Network Operations Indosat, Raden Tofan, menjelaskan bahwa mobilitas pemudik nasional mencapai 150 juta orang. Angka ini setara dengan hampir separuh populasi Indonesia. Oleh karena itu, Indosat memperluas jangkauan jaringan secara masif di berbagai titik strategis.

Penambahan Infrastruktur di Titik Keramaian

Indosat telah memetakan 797 Point of Interest (POI) yang menjadi pusat keramaian. Perusahaan juga membangun hampir 1.500 site baru dalam setahun terakhir. Selain itu, mereka menyiagakan 77 unit router untuk mengamankan koneksi di jalur tol, non-tol, dan kereta api sepanjang 8.000 kilometer.

Proyeksi Trafik Data Indosat Lebaran 2026 di Berbagai Wilayah

Laporan mengenai aksi tipu-tipu atau fraud meningkat sekitar 34 hingga 35 persen selama periode tersebut. Indosat telah menerapkan sistem anti-spam dan anti-scam yang lebih canggih untuk melindungi pengguna. Inovasi ini bertujuan agar masyarakat bisa beribadah dan bersilaturahmi dengan tenang tanpa gangguan siber.

Fokus Keamanan dan Kenyamanan Pelanggan

Tanggung jawab menjaga kualitas trafik data Indosat Lebaran 2026 menjadi prioritas utama perusahaan. Indosat memastikan seluruh pelanggan, termasuk 60.000 pelanggan roaming outbound, tetap terhubung tanpa kendala. Sistem proteksi yang kuat diharapkan mampu meminimalisir risiko penipuan daring yang kerap marak di musim mudik.