Pasar Mobil Listrik Tahun Depan Diprediksi Capai 20 Persen
Penjualan mobil baru di Indonesia memang masih menghadapi tantangan besar. Belum lama Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) juga mengoreksi target.
Jika semula penjualan mobil baru disebut bakal menyentuh angka 850 ribu unit. Kini angka tersebut menyusut menjadi 780 ribu.
Meskipun mengalami penurunan pemasaran, namun pada segmen mobil listrik justru naik. Karena di 2024 pangsa pasar hanya berkisar 5 persen, akhir tahun diyakini menyentuh dua digit.
“Tahun ini tutup tahun mungkin kontribusi mobil listrik di kisaran 12-13 persen,” kata Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan lebih lanjut bahwa pasar mobil listrik di Tanah Air masih memiliki potensi. Sehingga kendaraan setrum mampu berkembang lebih jauh lagi.
Selain VinFast yang memasarkan mobil ramah lingkungan di Indonesia. Semakin banyak merek lain hadir memboyong kendaraan listrik ke dalam negeri.
“Kami yakin tahun depan (pasar mobil listrik) bisa melampaui 20 persen, dari total volume,” jelas Kerry.
Kemudian ia merasa optimis industri mobil listrik masih akan terus berkembang. Sejalan dengan kondisi perekonomian di Tanah Air.
VinFast sendiri masuk Indonesia bermodalkan mobil setrum. Mulai VF3, VF5, VF6, VF e34 hingga VF 7 sudah dipasarkan di dalam negeri.
Tidak hanya meniagakan kendaraan listrik, VinFast juga membangun ekosistem pendukung. Mulai dari jajaran SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di berbagai tempat.
Lalu brand asal Vietnam ini juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah pihak, dalam hal after sales.
Terbaru VinFast meresmikan pabrik mandiri di kawasan Subang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut berdiri di atas lahan seluas 171 hektar.
Resmi beroperasi pada Januari 2026, pabrik VinFast di Indonesia dikatakan bisa serap 15 ribu karyawan.

Angka di atas akan memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar pabrik.
Adapun VinFast telah menggelontorkan dana awal untuk investasi pabrik sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4.8 triliun.
Model pertama yang diproduksi di sana adalah SUV mini VF3. Kendaraan tersebut dianggap memiliki potensi besar di Indonesia.