Mencari Black Box Pesawat ATR 42-500 di Tebing Curam Gunung Bulusaraung...

black box, KNKT, Gunung Bulusaraung, pesawat ATR, Mencari Black Box Pesawat ATR 42-500 di Tebing Curam Gunung Bulusaraung..., Mencari Black Box di Tebing Curam, Cuaca Membaik Jadi "Angin Segar", Satu Korban Berhasil Diidentifikasi, Evakuasi Jalur Udara dengan Helikopter Dauphin

Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan pencarian korban dan material penting dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pada pencarian hari kelima, Rabu (21/1/2026), fokus utama petugas tertuju pada penemuan korban yang masih tersisa serta kotak hitam atau black box pesawat.

Lokasi pencarian kini bergeser ke area ekor pesawat yang terpantau berada di medan yang sangat ekstrem.

Mencari Black Box di Tebing Curam

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, menjelaskan bahwa keberadaan black box hingga kini masih dalam tahap observasi.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan titik koordinat barang penting tersebut.

“Kita tetap fokus mencari korban tersisa. Kemudian barang-barang penting yang menurut KNKT bisa ditemukan termasuk kotak hitamnya,” ujar Dody kepada awak media, Rabu.

Dody menambahkan, secara teori black box biasanya masih menempel pada bagian ekor pesawat. Namun, kondisi ekor pesawat saat ini berada di area yang lebih curam dibandingkan titik penemuan korban sebelumnya.

“Ekornya itu baru visual, posisinya sudah kita ketahui. Tapi memastikannya hampir sama dengan korban kedua, sekitar 200 meter ke bawah dan itu lebih curam dari penemuan korban kedua,” jelasnya.

Cuaca Membaik Jadi "Angin Segar"

Setelah empat hari berturut-turut dikepung hujan deras dan kabut tebal, cuaca di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, akhirnya menunjukkan perubahan positif.

Langit yang mulai cerah pada Rabu pagi memberikan peluang bagi Tim SAR Gabungan untuk memperluas area penyisiran.

Operasi hari ini dimulai dengan apel pagi di halaman Masjid Djamami Darussalam yang dipimpin oleh Asrendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto.

Terbukanya jarak pandang memungkinkan helikopter pendukung untuk beroperasi lebih efektif di atas lereng terjal Gunung Bulusaraung.

Sebagai informasi, pesawat ATR 42-500 PK-THT tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1/2026). Serpihan pesawat pertama kali ditemukan di koordinat 04°55’48” Lintang Selatan dan 119°44’52” Bujur Timur.

Satu Korban Berhasil Diidentifikasi

black box, KNKT, Gunung Bulusaraung, pesawat ATR, Mencari Black Box Pesawat ATR 42-500 di Tebing Curam Gunung Bulusaraung..., Mencari Black Box di Tebing Curam, Cuaca Membaik Jadi "Angin Segar", Satu Korban Berhasil Diidentifikasi, Evakuasi Jalur Udara dengan Helikopter Dauphin

Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.

Sementara itu, upaya identifikasi korban mulai membuahkan hasil. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel mengonfirmasi identitas korban kedua yang ditemukan di jurang sedalam 500 meter.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol dr Muhammad Haris, menyatakan korban berjenis kelamin perempuan tersebut berhasil diidentifikasi melalui data sidik jari dan rekam medis gigi.

"Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono," kata dr Haris dalam konferensi pers di Biddokes Polda Sulsel.

Florencia diketahui berusia 33 tahun dan beralamat di OAK Tower Pulo Gadung, Jakarta Timur. Proses identifikasi ini dilakukan secara profesional dengan asistensi langsung dari Mabes Polri.

Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, menegaskan ketelitian adalah prioritas utama.

"Identitas korban baru akan diumumkan apabila seluruh data telah cocok dan valid. Kami tidak boleh salah dalam mengembalikan jenazah kepada keluarga," tegas Nyoman.

Evakuasi Jalur Udara dengan Helikopter Dauphin

Di tempat terpisah, proses evakuasi korban pertama berhasil dilakukan melalui jalur udara dari Kampung Lampeso, Kabupaten Maros. Helikopter AS 365 N3+ Dauphin milik Basarnas Makassar dikerahkan untuk mengangkat jenazah menggunakan metode hoist.

Kepala Seksi Operasional Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebutkan helikopter yang diawaki Pilot Kapt. Andro dan Kapt. Virnanda itu mendarat dengan aman di Lanud Sultan Hasanuddin sekitar pukul 08.15 WITA.

"Alhamdulillah, cuaca hari ini mendukung untuk dilakukan evakuasi. Jenazah langsung diserahkan kepada Tim DVI untuk proses lebih lanjut," pungkas Andi Sultan.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas masih terus berjuang melawan medan berat demi menuntaskan misi kemanusiaan di Gunung Bulusaraung.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kolonel Dody Perkirakan Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 di Jurang 700 Meter

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang