Pesawat ATR Rute Jogja-Makassar Diduga Jatuh di Gunung Bulusaraung, Usia Sudah 26 Tahun
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang diduga jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ternyata sudah berusia 26 tahun.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan bahwa pesawat tersebut dibuat pada tahun 2000.
Sebelum diduga jatuh, pesawat terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar. Namun, pesawat dilaporkan hilang kontak beberapa saat sebelum mendarat.
"Pilot in Command Capt. Andy Dahananto," ujar Lukman dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).
Ia menambahkan, pesawat sempat diarahkan oleh Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya sehingga ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
"ATC selanjutnya menyampaikan beberapa instruksi lanjutan guna membawa pesawat kembali ke jalur pendaratan yang sesuai dengan prosedur," jelas Lukman.
Komunikasi ATC dan Pesawat ATR Terputus
Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus (loss contact). Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
AirNav Indonesia Cabang MATSC segera melakukan koordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara guna mendukung langkah pencarian dan pertolongan.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
"Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, kabupaten Marros dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi," ujar Lukman.
"Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 Wita," sambungnya.
Pesawat Diduga Mengangkut 10 Orang
Lukman menuturkan, AirNav Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue).
Adapun jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) dilaporkan sebanyak sepuluh orang, terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.
Informasi awal terkait kondisi cuaca pada saat kejadian menunjukkan jarak pandang (visibility) sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca di sekitar area dilaporkan sedikit berawan.
Namun, detail dan konfirmasi lebih lanjut masih dalam proses koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar dengan AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya guna memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan optimal," jelas Lukman.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan Indonesia Air Transport diduga jatuh di Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Hal tersebut diungkap oleh Sekretraris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep Muhammad Arsyad.
Saat ini, ia bersama tim dari BPBD Pangkep sudah berada di lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.
"Iya sudah ditemukan. Di Puncak Gunung Bulusaraung," ujar Arsyad kepada Kompas.com, Sabtu (17/1/2026).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang