Pesawat ATR 42-500 Diduga Jatuh di Puncak Gunung Bulusaraung, Berapa Ketinggiannya?

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar yang sempat hilang kontak dilaporkan jatuh di Gunung Bulusaraung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Hal tersebut diungkap oleh Sekretraris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Muhammad Arsyad.
Dilansir dari , saat ini ia bersama tim dari BPBD Pangkep sudah menuju lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat.
"Iya sudah ditemukan. Di puncak Gunung Bulusaraung," ujar Arsyad kepada Kompas.com.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan mengatakan, tim SAR berangkat dalam beberapa regu untuk mempercepat proses pencarian.
“Sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi dan juga lima orang dan diberangkatkan lagi 15 orang yang kedua. Dan sortir berikutnya akan kami berangkatkan bersama potensi yang ada sekitar 40 orang,” ujar Andi.
Lantas, bagaimana kondisi Gunung Bulusaraung?
Peta geografis Gunung Bulusaraung
Keindahan bentangan karst di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berbentuk menara.
Gunung Bulusaraung merupakan salah satu puncak penting di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, kawasan konservasi yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan.Gunung ini terus menarik perhatian tak hanya sebagai jalur pendakian populer, tetapi juga sebagai bagian dari lanskap bentang alam karst terbesar kedua di dunia yang dikelola secara resmi oleh Balai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Dilansir dari laman Bantimurung National Park, Gunung Bulusaraung secara administratif terletak di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Wilayah gunung ini merupakan bagian penting dari Pegunungan Bulusaraung yang berada di tepi Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, membentang antara 119,741° sampai 119,767° Bujur Timur dan 4,923° sampai 4,933° Lintang Selatan.
Topografi kawasan cenderung relief tinggi dan lereng terjal, mencerminkan bentuk lanskap karst yang kompleks.
Wilayah ini menjadi kawasan konservasi dengan berbagai tipe relief dari datar hingga pegunungan, dilansir dari laman Direktorat Jenderal KSDAE.
Berapa ketinggian Gunung Bulusaraung?
Gunung Bulusaraung memiliki puncak utama pada ketinggian sekitar 1.353 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Sebagai bagian dari kawasan karst, puncak ini menjadi salah satu titik tertinggi di TN Bantimurung-Bulusaraung meskipun secara keseluruhan taman nasional memiliki beberapa titik yang lebih tinggi lagi di pegunungan sekitarnya.
Wilayah Gunung Bulusaraung termasuk bagian dari wilayah vegetasi hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan bawah, yakni bagian ekosistem yang menjadi ciri khas taman nasional ini.
Menurut kajian botani, kawasan ini memiliki komposisi vegetasi hutan yang beragam, dengan beberapa tipe tumbuhan utama.
Hutan di kawasan ini memiliki struktur yang khas antara kelas pohon besar, polos, sapling, hingga seedling, mencerminkan dinamika vegetasi yang sehat dan tinggi tingkat keanekaragaman hayatinya.
Vegetasi di Gunung Bulusaraung juga dipengaruhi oleh substrat karst yang kaya kalsium dan magnesium, yang menjadikan tipe tanah di lereng gunung ini humitropepts, tanah yang biasanya terbentuk di daerah berlereng terjal dan berbatu kapur.
Lanskap gunung ini berupa batuan kapur karst yang menonjol, membentuk puncak serta punggungan yang tajam dan curam.
Kawasan ini dipenuhi rerimbunan hutan yang berganti kerapatan mulai dari bawah bukit sampai lereng puncak, banyaknya gua dan celah karst, serta permukaan tanah yang tidak rata.
Lanskap ini, diperkirakan akan menyulikan upaya evakuasi pesawat ATR rute Yogyakarta-Makassar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang