Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Legislator Apresiasi Kinerja Mentan Amran
Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv mengapresiasi stok cadangan beras pemerintah (CBP) Indonesia yang menembus 5 juta ton.
Stok beras ini kata dia, tertinggi sepanjang sejarah sekaligus membuktikan Indonesia bisa swasembada pangan lebih cepat.
Menurut Rajiv, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugasnya.
"Presiden Prabowo kasih target empat tahun tahun swasembada beras, tetapi Menteri Amran hanya membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk mewujudkannya. Ini luar biasa," kata Rajiv, dilansir dari ANTARA, Selasa, 28 April 2026.
Lebih lanjut Rajiv mencatat produksi beras per bulan mencapai 5,7 juta ton sehingga kondisi pangan Indonesia bisa dikatakan aman hingga sembilan bulan ke depan.
"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian dan ancaman gangguan pangan, kita justru aman karena memiliki cadangan pangan yang berlimpah hingga 324 hari ke depan. Bahkan setiap bulan produksi beras kita mencapai 5,7 juta ton," ungkap Rajiv.
Ia melihat selama ini Kementan sangat progresif dengan sejumlah program strategisnya, seperti swasembada jagung dan gula, peningkatan produksi kopi serta kakao.
Selain itu, kata dia, program prioritas seperti ekstensifikasi sawah, optimalisasi lahan, penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), subsidi pupuk hingga hilirisasi perkebunan/peternakan sudah dirasakan hasilnya saat ini.
Kendati demikian, Rajiv mengingatkan agar Mentan tidak lengah, karena di 2026 ini ancaman El Nino Godzilla bisa merusak seluruh target kementeriannya apabila tidak dihadapi dengan serius.
"Semua prestasi pastinya akan diuji dengan kondisi yang selalu berubah. Tahun ini Kementan harus siap dan tidak lengah menghadapi El Nino Godzilla berupa kemarau panjang juga lebih kering yang mengancam produksi pertanian kita," ucap Rajiv.