Duka di Gunung Bulusaraung, Seluruh Penumpang Pesawat ATR 42-500 Dinyatakan Meninggal Dunia

Pangkep, Duka di Gunung Bulusaraung, Seluruh Penumpang Pesawat ATR 42-500 Dinyatakan Meninggal Dunia

Sebanyak tujuh mobil ambulans yang membawa jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tiba di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026) siang.

Iring-iringan kendaraan tersebut membawa seluruh korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Kedatangan jenazah ini menandai dimulainya proses identifikasi oleh tim medis.

Tiba di Pos DVI Polda Sulsel

Berdasarkan pantauan di lapangan, iring-iringan tujuh ambulans tersebut tiba secara bersamaan di area Instalasi Forensik RS Bhayangkara sekitar pukul 14.36 WITA. Kedatangan rombongan mendapat pengawalan ketat dari personel TNI dan Polri.

Setibanya di rumah sakit, petugas Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel langsung melakukan penerimaan resmi terhadap sejumlah kantong jenazah. Tahapan selanjutnya adalah proses pemeriksaan post-mortem untuk memastikan identitas para korban.

"Petugas DVI langsung melakukan penerimaan resmi jenazah untuk selanjutnya menjalani tahapan identifikasi," demikian laporan dari lokasi kejadian, Jumat.

Kronologi Evakuasi Udara

Proses evakuasi jenazah dilakukan menggunakan jalur udara karena medan yang ekstrem. Helikopter jenis Caracal milik TNI Angkatan Udara dikerahkan untuk menjemput para korban dari titik koordinat jatuh.

Berikut adalah linimasa evakuasi pada Jumat pagi:

  • 08.25 WITA: Helikopter lepas landas dari Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin.
  • 08.38 WITA: Helikopter tiba di lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung.
  • 08.41 WITA: Proses pengangkatan jenazah (hoisting) dimulai menggunakan jaring dan tali pengaman.
  • 09.08 WITA: Helikopter kembali mendarat di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin setelah mengevakuasi seluruh kantong jenazah.

Tak Ada Korban Selamat

Duka mendalam menyelimuti dunia penerbangan Indonesia setelah tim SAR gabungan memastikan tidak ada korban selamat dalam insiden ini. Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, bahkan tak kuasa membendung air mata saat mengumumkan penemuan korban terakhir.

"Tak ada korban selamat," tegas laporan tim SAR di lapangan.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa tim telah menemukan total 10 jenazah. Penemuan ini mencakup jenazah dalam kondisi utuh maupun bagian tubuh (body part).

"Sehingga total sudah 10 jenazah, baik dalam kondisi utuh maupun body part. Body part terakhir ditemukan sekitar pukul 08.40 WITA berdasarkan laporan tim di lapangan," jelas Syafii.

Syafii menambahkan, proses evakuasi di Gunung Bulusaraung sangat menantang bagi Tim SAR gabungan. Lokasi penemuan jenazah tersebar di kedalaman jurang yang bervariasi.

"Proses evakuasi dilakukan di kedalaman yang bervariasi, mulai dari 100 meter hingga lebih dari 500 meter dari puncak lokasi jatuhnya pesawat," pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban yang mulai mendatangi Posko DVI di RS Bhayangkara Makassar.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Tak Ada Selamat, Iring-iringan 7 Ambulans Antar Korban ATR 42-500 ke RS Bhayangkara

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang