Rusia Tegaskan Komitmen Perkuat Pertahanan Arktik di Tengah Memanasnya Isu Greenland
Rusia menyatakan akan terus memperkuat kemampuan pertahanannya di kawasan Arktik sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik di sekitar Greenland.
Pernyataan ini disampaikan pemerintah Rusia menyusul langkah dan narasi Amerika Serikat terkait keamanan wilayah tersebut.
Moskow menilai eskalasi di Arktik tidak berdasar dan berpotensi memicu instabilitas kawasan.
Rusia pun menegaskan komitmennya mempertahankan kepentingan nasional di wilayah Arktik.
Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam konferensi pers di Moskow, Kamis (15/1/2026).
Ia menyebut Rusia mendukung posisi China dan menilai tidak dapat diterima penggunaan rujukan terhadap “aktivitas tertentu” Rusia dan China di Arktik sebagai alasan untuk meningkatkan ketegangan.
Rusia Soroti Narasi Ancaman di Sekitar Greenland
"Negara kami akan terus dengan tegas mempertahankan posisinya di wilayah tersebut. Kami akan melanjutkan kebijakan kami untuk memperkuat kedaulatan nasional di zona Arktik. Pertama-tama, kemampuan pertahanan dan infrastruktur Jalur Laut Utara kami sendiri," kata Zakharova, seperti dilansir Antara dari Anadolu.
Ia menilai Amerika Serikat telah menetapkan Greenland sebagai “wilayah kepentingan AS” dengan narasi yang tidak berdasar mengenai “ancaman Rusia”.
"Kami setuju dengan posisi China tentang tidak dapat diterimanya rujukan terhadap aktivitas Rusia dan China tertentu di sekitar Greenland sebagai alasan untuk peningkatan ketegangan saat ini," ujarnya.
Rusia Tuding NATO Picu Eskalasi di Arktik
Zakharova menambahkan Rusia memandang meningkatnya ketegangan di Arktik sebagai konsekuensi langsung dari tindakan NATO.
Menurutnya, aliansi tersebut telah mengubah kawasan Arktik menjadi arena persaingan geopolitik dan menunjukkan kesiapan menggunakan cara militer untuk memperkuat posisinya.
"Mereka sendiri yang pertama kali menciptakan gagasan bahwa ada beberapa yang disebut agresor, dan kemudian mereka sendiri yang menciptakan gagasan bahwa mereka siap melindungi seseorang dari agresor yang dituduhkan ini," katanya.
Ia juga mendesak agar setiap perbedaan pandangan terkait Greenland diselesaikan melalui jalur negosiasi sesuai hukum internasional, dengan mempertimbangkan kepentingan penduduk setempat.
Peringatan Rusia untuk Eropa
Zakharova memperingatkan negara-negara Eropa agar tidak mengabaikan kepentingan Rusia di kawasan Arktik.
Ia menegaskan setiap upaya meningkatkan ketegangan atau menciptakan ancaman terhadap keamanan Rusia akan berujung pada konsekuensi serius.
"Dapat dipahami bahwa setiap upaya untuk mengabaikan kepentingan Rusia di Arktik, terutama di bidang keamanan, tidak akan dibiarkan begitu saja dan akan memiliki konsekuensi yang luas," tegasnya.
Pernyataan Trump soal Ambil Alih Greenland
Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington membutuhkan kendali atas Greenland.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut pulau tersebut diperlukan untuk mendukung sistem pertahanan udara dan rudal “Golden Dome” yang direncanakan Amerika Serikat.
Greenland merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark. Pada 1951, Washington dan Kopenhagen menandatangani perjanjian pertahanan di luar komitmen aliansi NATO.
Berdasarkan perjanjian tersebut, Amerika Serikat berkewajiban membela Greenland dari kemungkinan agresi, sekaligus menegaskan kepentingan strategis pulau itu dalam arsitektur keamanan Atlantik Utara.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang