Ketua DPR AS Dorong Negosiasi untuk Meredakan Ketegangan Terkait Isu Greenland dan Tarif Impor AS

Donald Trump, Greenland, Amerika Serikat, Ketua DPR AS Dorong Negosiasi untuk Meredakan Ketegangan Terkait Isu Greenland dan Tarif Impor AS

Ketua DPR Amerika Serikat Mike Johnson menilai negosiasi sebagai cara paling efektif untuk meredakan ketegangan terkait klaim Amerika Serikat atas Greenland.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya polemik setelah Presiden AS Donald Trump mengancam pengenaan tarif impor tinggi terhadap sejumlah negara Eropa.

Johnson menegaskan tidak ada niat bermusuhan terhadap rakyat Greenland.

Washington, menurutnya, tetap ingin menjaga hubungan persahabatan di kawasan Arktik.

Tegaskan Tak Ada Itikad Buruk terhadap Greenland

Dalam wawancara dengan harian The Times, Johnson menyampaikan bahwa Amerika Serikat ingin mempertahankan relasi yang baik dengan Greenland dan masyarakatnya.

“Kami jelas tidak memiliki itikad buruk terhadap rakyat Greenland. Ini adalah persahabatan, dan saya berharap itu dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Latar Ancaman Tarif Impor oleh Trump

Pernyataan Johnson muncul sehari setelah Trump mengumumkan rencana pemberlakuan tarif impor sebesar 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

negara tersebut merupakan mitra dekat Amerika Serikat.

Trump juga mengancam akan menaikkan tarif hingga 25 persen apabila Washington gagal mencapai kesepakatan pembelian Greenland.

Trump menyatakan tarif tersebut akan tetap diberlakukan sampai Amerika Serikat menandatangani kesepakatan terkait wilayah yang dinilai memiliki posisi strategis di kawasan Arktik.

Isu Pembelian Greenland dan Reaksi Eropa

Greenland merupakan wilayah otonom yang menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, dengan kewenangan luas dalam pemerintahan domestik, sementara urusan kedaulatan tetap berada di tangan Kopenhagen, Denmark.

Meski demikian, Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat dengan alasan kepentingan keamanan nasional dan persaingan geopolitik di kawasan utara.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Denmark dan otoritas Greenland.

Keduanya secara terbuka memperingatkan Washington agar menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah mereka.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang