Kendala Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Cuaca Ekstrem hingga Tali SAR yang Tak Cukup

Pesawat, Pangkep, Kendala Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Cuaca Ekstrem hingga Tali SAR yang Tak Cukup, Dua Misi Utama: Kemanusiaan dan Investigasi, Melibatkan 393 Personel dan Kendala Medan Karst, Kronologi Jatuhnya Pesawat PK-THT, Data Kru dan Penumpang

Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT memasuki hari kedua, Minggu (18/1/2026).

Pesawat tersebut jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung (1.353 mdpl), perbatasan Kabupaten Pangkep dan Maros, Sulawesi Selatan.

Hingga menjelang azan Magrib pukul 18.00 Wita, tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara operasi setelah berhasil menemukan satu jenazah korban di lereng dengan ketinggian 1.210 mdpl.

Operasi dijadwalkan kembali berlanjut pada Senin (19/1/2026) pukul 06.00 Wita.

Dua Misi Utama: Kemanusiaan dan Investigasi

Pada pencarian hari ketiga esok, otoritas SAR akan memfokuskan kekuatan pada dua misi utama. Pertama adalah misi kemanusiaan untuk mencari dan mengevakuasi 10 orang people on board (POB).

Kedua adalah misi investigasi scientific untuk menemukan kotak hitam atau black box.

Sebelumnya, pada Minggu pukul 15.00 Wita, tim SRU 3 sempat menemukan sebuah perangkat yang awalnya dikira kotak hitam.

Namun, benda tersebut ternyata adalah Emergency Location Transmitter (ELT).

"Awalnya dikira black box. Ternyata itu kotak transmisi lokasi pesawat (ELT)," ujar Komandan Resimen Militer (Korem) 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, di Posko Bulusaraung.

Penemuan ELT ini sekaligus memberikan klarifikasi atas keterangan pers yang sebelumnya beredar di posko operasi nasional Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Melibatkan 393 Personel dan Kendala Medan Karst

Pesawat, Pangkep, Kendala Evakuasi Pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Cuaca Ekstrem hingga Tali SAR yang Tak Cukup, Dua Misi Utama: Kemanusiaan dan Investigasi, Melibatkan 393 Personel dan Kendala Medan Karst, Kronologi Jatuhnya Pesawat PK-THT, Data Kru dan Penumpang

Tim SAR Gabungan menujukkan serpihan mesin pesawat ATR 42-500 usai menabrak lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Sebanyak 393 personel gabungan yang terdiri dari unsur SAR, TNI, Polri, dan warga setempat dikerahkan dalam operasi ini. Hingga Minggu sore, tim telah menemukan ratusan serpihan pesawat, barang bagasi, hingga dokumen survei milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berdasarkan laporan di lapangan, operasi SAR di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung ini menghadapi empat tantangan besar:

  • Cuaca ekstrem dan halimun (kabut tebal).
  • Medan terjal berbatu (karst) yang sangat licin.
  • Keterbatasan logistik dan perlengkapan evakuasi.
  • Variasi level skill serta pengalaman para relawan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan Anwar, mengungkapkan sulitnya proses evakuasi satu jenazah yang telah ditemukan oleh warga bernama Amran (41).

"Semua batu terjal padang rumput, tak ada batang pohon (untuk tambatan)," kata Andi Sultan Anwar.

Salah satu relawan dari SRU 2 juga menambahkan bahwa keterbatasan alat menjadi penghambat utama.

"Tali 200 meter kami tidak cukup sampai ke bawah," ungkapnya.

Kronologi Jatuhnya Pesawat PK-THT

Bangkai pesawat pertama kali ditemukan oleh dua pendaki, Rezki Ikki Syafaruddin (20) dan Muslimin (28), pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Saat kejadian, keduanya sedang berada di puncak gunung dan mendengar suara ledakan saat badan pesawat menghantam tebing karst.

Pesawat yang dipiloti Kapten Andy Dahananto dan Kopilot Farhan Gunawan ini awalnya diarahkan menuju Runway 21 Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 12.30 Wita.

Namun, akibat cuaca buruk dan awan tebal, pesawat melakukan manuver memutar ke tenggara sejauh 26 km hingga akhirnya hilang dari radar di sekitar pegunungan Leang-Leang, Maros.

Pihak TNI AU menyebutkan bahwa saat kejadian, status cuaca sebenarnya terpantau berawan tanpa ada peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan.

Data Kru dan Penumpang

Berdasarkan salinan passenger manifest, terdapat 10 orang di dalam pesawat (7 kru dan 3 penumpang), yaitu:

Kru Pesawat:

  • Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
  • Farhan Gunawan (Kopilot)
  • Hariadi (Flight Operation Officer)
  • Restu Adi P (Engineer)
  • Dwi Murdiono (Engineer)
  • Florencia Lolita (Awak Kabin)
  • Esther Aprilita S (Awak Kabin)

Penumpang:

  • Deden
  • Ferry
  • Yoga

Saat ini, seluruh tim gabungan sedang beristirahat di sekitar 60 rumah warga, masjid, dan kantor pemerintahan di Desa Tompobulu, Balocci, untuk memulihkan stamina sebelum melanjutkan pencarian pada hari ini.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul 4 Tantangan Utama SAR Evakuasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat di Gunung Bulusaraung

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang