Kisah di Balik Pencarian Pesawat ATR 42-500, Dapur Umum dari Warga hingga Kantor Desa Jadi Posko

Makassar, Kisah di Balik Pencarian Pesawat ATR 42-500, Dapur Umum dari Warga hingga Kantor Desa Jadi Posko, Seluruh Korban Berhasil Ditemukan, Evakuasi Terkendala Cuaca, Peran Vital Dapur Umum dan Warga Desa Tompobulu, Kades yang Jadikan Kantor sebagai Posko

Operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhirnya membuahkan hasil maksimal.

Pada hari ketujuh pencarian, Jumat (23/1/2026), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban.

Penemuan dua jasad terakhir pada Jumat pagi menandai berakhirnya penantian panjang keluarga korban dan kerja keras tim di lapangan yang menghadapi medan ekstrem.

Seluruh Korban Berhasil Ditemukan

Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, mengonfirmasi bahwa jasad kesembilan dan kesepuluh ditemukan oleh Tim Elang 5 dalam waktu yang berdekatan.

"Alhamdulillah, berkat doa seluruh keluarga di Indonesia, hari ini pukul 08.33 Wita ditemukan satu paket, lalu pukul 08.59 Wita ditemukan lagi satu paket. Paket kesepuluh ditemukan oleh Tim Elang 5," ujar Dody di Posko SAR Gabungan, Jumat.

Pesawat ATR 42-500 tersebut sebelumnya dilaporkan jatuh pada Sabtu (17/1/2026). Selama sepekan, tim harus berjibaku dengan cuaca buruk, kabut tebal, dan tebing curam di Bulusaraung.

"Sejak Sabtu kita melakukan pencarian. Alhamdulillah, di hari ketujuh ini seluruh korban dan benda-benda penting pesawat berhasil ditemukan," lanjut Dody.

Evakuasi Terkendala Cuaca

Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus diupayakan. Dari lima jasad yang ditemukan pada Kamis (22/1/2026), dua di antaranya sudah tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar.

Sementara itu, tiga jasad lainnya dan dua jasad yang baru ditemukan hari ini masih menunggu jendela cuaca yang tepat untuk diangkut melalui jalur udara.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menegaskan pihaknya menargetkan proses evakuasi tuntas hari ini.

"Kita lihat perkembangannya hari ini. Jika memungkinkan diselesaikan, tentu kita upayakan selesai hari ini," kata Andi.

Peran Vital Dapur Umum dan Warga Desa Tompobulu

Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari dukungan logistik yang kuat di garis belakang. Bertempat di Aula Kantor Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, warga setempat bersama BPBD Pangkep mendirikan dapur umum untuk melayani Tim SAR, relawan, dan jurnalis.

Menu sederhana seperti nasi, perkedel jagung, sayur labu, ikan bandeng goreng, hingga lombok tumis disiapkan selama 24 jam penuh.

"Kami siapkan makanan 24 jam. Kalau tidur mungkin cuma satu atau dua jam saja," kata Adi, salah satu pengelola dapur umum. Sebanyak 37 warga terlibat memasak secara bergantian sejak hari pertama pencarian.

Dukungan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para petugas di lapangan. Rama, salah satu wartawan yang meliput di lokasi, mengaku sangat terbantu.

"Makanannya enak, secara langsung maupun tidak, ini sangat membantu kami," ucapnya.

Kades yang Jadikan Kantor sebagai Posko

Di balik koordinasi tingkat desa yang rapi, ada sosok Abdul Kadir Hakim, Kepala Desa Tompobulu. Pria lulusan S2 Bahasa Inggris Unismuh Makassar ini merelakan kantor desanya menjadi posko utama pencarian pesawat jatuh.

Berjarak sekitar 40,1 km dari pusat ibu kota Pangkep, desa ini menjadi titik kumpul ribuan warga dan relawan.

Abdul Kadir, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi) Kabupaten Pangkep periode 2024-2029, dikenal aktif di berbagai organisasi seperti KNPI dan Pemuda Muhammadiyah.

"Harapannya mudah-mudahan korban pesawat ATR bisa secepatnya ditemukan dan dievakuasi. Semoga seluruh anggota tim tetap sehat dan segala prosesnya lancar," tutur Abdul Kadir saat ditemui sebelum seluruh korban ditemukan.

Kini, seiring dengan ditemukannya seluruh penumpang, tugas kemanusiaan di kaki langit Bulusaraung hampir usai, menyisakan duka mendalam sekaligus rasa syukur atas kerja sama semua pihak.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Warga Tompobulu Pangkep Gotong Royong Bantu Siapkan Makanan Tim Pencari Pesawat ATR 42-500

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang