BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi 26-29 Januari 2026, Samudra Hindia Capai 4 Meter

BMKG, gelombang tinggi, BMKG Rilis Peringatan Dini Gelombang Tinggi 26-29 Januari 2026, Samudra Hindia Capai 4 Meter

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang akan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku mulai Senin (26/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (29/1/2026) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 20 knot.

"Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin umumnya bergerak dari arah barat hingga barat laut dengan kecepatan yang lebih tinggi, yakni 6-30 knot," tulis prakirawan BMKG, Ryan Putra Pambudi, dalam keterangan resminya dari Kemayoran, Minggu (25/1/2026).

BMKG mencatat bahwa kecepatan angin tertinggi saat ini terpantau di Samudra Hindia selatan Yogyakarta hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Potensi Gelombang Sedang (1,25 - 2,5 Meter)

Gelombang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi berpeluang terjadi di beberapa titik strategis, mulai dari Laut Natuna hingga Laut Arafuru. Berikut adalah daftar wilayah yang perlu waspada:

  • Wilayah Barat & Tengah: Laut Natuna Utara, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Laut Bali, dan Selat Makassar bagian tengah.
  • Wilayah Timur: Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, serta Laut Arafuru bagian tengah.

Potensi Gelombang Tinggi (2,5 - 4,0 Meter)

Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir selatan Jawa hingga Sumatera diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra. BMKG memprediksi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di:

  • Perairan Barat Sumatera: Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Samudra Hindia barat Lampung.
  • Perairan Selatan Jawa hingga NTT: Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, hingga Samudra Hindia selatan NTT.

Saran Keselamatan Pelayaran

BMKG menekankan bahwa kondisi ini sangat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, baik untuk perahu nelayan kecil maupun kapal besar.

Berikut adalah panduan risiko keselamatan berdasarkan jenis armada:

  • Perahu Nelayan: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
  • Kapal Tongkang: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
  • Kapal Ferry: Berisiko jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

Wilayah lain yang juga masuk dalam zona risiko keselamatan pelayaran meliputi Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa bagian barat dan timur, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Papua dan Papua Barat, serta Laut Arafuru bagian timur.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada dan terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang