BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi 23-25 Januari 2026, Cek Wilayahnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku mulai Jumat (23/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026).
Fenomena ini dipicu oleh aktivitas Ex Siklon Tropis Nokaen dan Bibit Siklon Tropis 97S.
Berdasarkan data resmi dengan nomor laporan B/ME.01.02/PDGT/22/DMM/I/2026, masyarakat dan pelaku pelayaran diminta waspada terhadap potensi gelombang ekstrem yang mencapai ketinggian hingga 6 meter di beberapa wilayah perairan.
Pemicu Kondisi Sinoptik
Prakirawan BMKG, Samuel Adiprabowo, menjelaskan bahwa kondisi laut saat ini sangat dipengaruhi oleh dua sistem cuaca besar.
Pertama, Ex Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina (16.0° LU 134.0° BT). Kedua, adanya Bibit Siklon Tropis 97S yang terpantau di Samudra Hindia selatan NTT (12.5° LS 121.2° BT).
"Hal ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia," tulis Samuel dalam keterangan resminya, Kamis (22/1/2026).
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dilaporkan bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan 6-25 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bertiup dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan mencapai 30 knot.
Daftar Wilayah Terdampak Gelombang Tinggi
BMKG membagi tingkat kerawanan gelombang menjadi tiga kategori berdasarkan ketinggiannya:
1. Gelombang Sangat Tinggi (4.0 - 6.0 Meter)
Kondisi paling ekstrem diprediksi akan terjadi di titik berikut:
- Samudra Hindia selatan NTT
2. Gelombang Tinggi (2.5 - 4.0 Meter)
Wilayah yang berpeluang mengalami gelombang tinggi kategori ini meliputi:
- Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung.
- Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga NTB.
- Laut Natuna Utara, Laut Maluku, Laut Sawu, dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
- Laut Arafuru bagian barat dan timur.
3. Gelombang Sedang (1.25 - 2.5 Meter)
Wilayah ini mencakup Laut Jawa (barat dan timur), Selat Karimata, Selat Makassar (utara, tengah, selatan), Teluk Bone, Laut Flores, Laut Banda, hingga perairan utara Papua.
Saran Keselamatan Pelayaran
Mengingat tingginya risiko kecelakaan laut, BMKG memberikan panduan keselamatan berdasarkan jenis armada:
- Perahu Nelayan: Waspada jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1.25 meter.
- Kapal Tongkang: Berisiko jika angin mencapai 16 knot dan gelombang mencapai 1.5 meter.
- Kapal Ferry: Berisiko tinggi pada kecepatan angin 21 knot dan gelombang di atas 2.5 meter.
- Kapal Besar (Kargo/Pesiar): Harus sangat waspada di area dengan kecepatan angin 27 knot dan gelombang mencapai 4 meter.
"Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," tutup Samuel.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang