BMKG: Potensi Banjir hingga Gelombang Tinggi Mengancam Sumatera Utara 8–11 Mei 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara pada 8 hingga 11 Mei 2026.
Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai karena berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan keselamatan nelayan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra, menyampaikan bahwa tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa wilayah perairan.
"Gelombang tinggi dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran," kata Rizki di Medan, Kamis (7/5/2026) dikutip dari Antara.
Apa penyebab gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara?
BMKG menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara.
Di pantai timur, angin umumnya bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 12 knot.
Sementara itu, di wilayah pantai barat, angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan yang lebih tinggi, yakni antara 4 hingga 20 knot. Perbedaan pola dan kecepatan angin ini turut memengaruhi tinggi gelombang di perairan sekitar.
Di wilayah mana saja gelombang tinggi berpotensi terjadi?
BMKG mencatat sejumlah wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi, antara lain:
- Perairan barat Sumatera Utara
- Perairan timur Kepulauan Nias
- Perairan barat Kepulauan Nias
- Perairan Kepulauan Batu
- Perairan barat Kepulauan Batu
- Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.
Wilayah-wilayah tersebut menjadi titik rawan yang perlu diantisipasi oleh nelayan maupun operator transportasi laut.
Bagaimana kondisi cuaca di daratan Sumatera Utara?
Selain potensi gelombang tinggi, BMKG juga memperingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Prakirawan BBMKG Wilayah I, Martha Manurung, menyebutkan bahwa kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Cuaca pada Jumat (8/5/2026) diperkirakan sebagai berikut:
- Pagi hari: hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah
- Siang hingga sore: hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi
- Malam hari: hujan sedang berpotensi terjadi di Asahan, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Tapanuli Utara.
Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang juga diperkirakan terjadi di beberapa wilayah seperti Asahan, Padang Lawas, dan Labuhanbatu Utara.
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Utara berkisar antara 15 hingga 33 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban udara antara 71 hingga 99 persen.
Sementara itu, angin di wilayah daratan bertiup dari arah selatan menuju barat daya dengan kecepatan sekitar 3 hingga 7 kilometer per jam.
Dengan adanya potensi cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan, baik di wilayah pesisir maupun daratan, guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang