Waspada! Peringatan Dini BMKG, Gelombang hingga 4 Meter di Samudra Hindia, Ini Daftar Wilayahnya

BMKG, peringatan dini, gelombang tinggi, Waspada! Peringatan Dini BMKG, Gelombang hingga 4 Meter di Samudra Hindia, Ini Daftar Wilayahnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Peringatan ini berlaku mulai Selasa (20/1/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (23/1/2026) pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan informasi resmi dengan nomor surat B/ME.01.02/PDGT/19/DMM/I/2026, peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh adanya aktivitas siklon dan bibit siklon di sekitar wilayah Indonesia.

Kondisi Sinoptik, Pengaruh Siklon Tropis Nokaen

BMKG memantau adanya Siklon Tropis NOKAEN (16.3 LU 126.5 BT) di Laut Filipina, tepatnya di sebelah timur laut Manila. Selain itu, terdapat Bibit Siklon Tropis 97S (13.3 LS 127.8 BT) yang terpantau di Laut Timor.

"Kondisi ini memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar 6 - 25 knot.

Sementara di wilayah selatan, angin bergerak dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 6 - 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah-wilayah berikut:

  • Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.
  • Samudra Hindia selatan Banten hingga NTT.
  • Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Laut Banda, dan Laut Seram.
  • Laut Arafuru (bagian utara, tengah, barat, dan timur).

Daftar Wilayah Berpotensi Gelombang Tinggi

BMKG membagi peringatan dini ini ke dalam dua kategori berdasarkan ketinggian gelombang:

1. Tinggi Gelombang 1.25 - 2.5 Meter (Kategori Sedang)

Area yang berpeluang mengalami gelombang setinggi 1.25 hingga 2.5 meter meliputi:

  • Selat Malaka bagian utara dan Selat Karimata bagian utara.
  • Laut Jawa bagian barat dan timur.
  • Laut Sumbawa, Teluk Bone, dan Laut Seram.
  • Selat Makassar (bagian selatan dan utara).
  • Laut Sulawesi bagian tengah dan Laut Maluku.
  • Samudra Pasifik utara Papua.

2. Tinggi Gelombang 2.5 - 4.0 Meter (Kategori Tinggi)

Area dengan risiko gelombang lebih tinggi mencapai 4.0 meter meliputi:

  • Samudra Hindia barat Aceh, Kep. Mentawai, dan Lampung.
  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat, DI Yogyakarta, Bali, hingga NTT.
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
  • Laut Arafuru bagian barat.

Saran Keselamatan Pelayaran

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa kelautan, untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran sesuai dengan jenis moda transportasi:

  • Perahu Nelayan: Waspada jika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m.
  • Kapal Tongkang: Waspada jika kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m.
  • Kapal Ferry: Waspada jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m.

Beberapa wilayah perairan seperti Laut Natuna Utara, Laut Bali, Laut Flores, hingga Samudra Pasifik utara Maluku juga masuk dalam zona risiko yang harus diwaspadai oleh kapal-kapal besar dan nelayan setempat.

Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada dan terus memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang