Peringatan Dini BMKG 28-31 Desember 2025, Beberapa Perairan Waspada Potensi Gelombang Tinggi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia.
Peringatan tersebut berlaku mulai 28 Desember 2025 pukul 07.00 WIB hingga 31 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
BMKG menilai informasi ini krusial karena bertepatan dengan meningkatnya aktivitas transportasi laut selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut.
Bibit Siklon Tropis 96S Picu Peningkatan Gelombang
BMKG melalui akun Instagram @infobmkg menjelaskan, Bibit Siklon Tropis 96S menjadi salah satu faktor utama yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Bibit siklon tersebut terpantau berada di posisi 11,9° Lintang Selatan dan 119,2° Bujur Timur di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.
Keberadaan sistem ini berdampak langsung pada dinamika angin di wilayah perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Pola dan Kecepatan Angin di Perairan Indonesia
Di wilayah utara Indonesia, angin umumnya bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6 hingga 30 knot.
Sementara itu, di wilayah selatan Indonesia, arah angin dominan berasal dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan yang relatif sama, yakni 6 hingga 30 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, dan Laut Arafuru.
wilayah tersebut juga memiliki potensi gelombang tinggi yang perlu diwaspadai selama periode peringatan.
Wilayah dengan Potensi Gelombang 2,5–4,0 Meter
BMKG memprakirakan gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan.
Wilayah tersebut meliputi Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, serta Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua.
Kondisi ini dikategorikan sebagai rough sea dan berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran.
Wilayah dengan Potensi Gelombang 1,25–2,5 Meter
Selain itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori moderate sea diperkirakan terjadi di banyak wilayah perairan lainnya.
Area terdampak mencakup Samudra Hindia selatan Bali, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.
Gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu, Aceh, Kepulauan Mentawai, Kepulauan Nias, Lampung, Selat Malaka bagian utara, Selat Karimata bagian utara, Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan, serta Laut Jawa bagian barat dan timur.
Wilayah lain yang masuk dalam kategori ini meliputi Laut Maluku, Laut Banda, Laut Flores, Laut Sumbawa, serta Laut Arafuru bagian barat dan tengah.
Imbauan Keselamatan dari BMKG
Seiring meningkatnya kecepatan angin dan tinggi gelombang laut, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di perairan.
Peringatan ini terutama ditujukan kepada nelayan, operator kapal, dan pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan informasi cuaca terkini.
Langkah antisipasi dan pertimbangan keselamatan dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut selama periode libur Nataru.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang