Profil dan Sepak Terjang Timothy Ronald, Influencer yang Dilaporkan soal Dugaan Penipuan Kripto

Influencer keuangan Timothy Ronald diketahui tersandung kasus dugaan penipuan investasi trading mata uang kripto.
Saat ini, proses dugaan investasi trading mata uang kripto yang menjerat Timothy tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Hingga saat ini, laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada penetapan tersangka.
Dalam sebuah unggakan akun Instagram @skyhol***, disebutkan bahwa laporan dibuat oleh sejumlah member Akademi Cyrpto, sebuah komunitas yang didirikan oleh Timothy bersama rekannya, Kalimasada.
Keduanya dilaporkan karena diduga sengaja melakukan penipuan dengan modus mengajak berinvestasi pada sejumlah aset kripto untuk mengambil keuntungan pribadi.
Dalam unggahan itu, diklaim ada sekitar 3.500 orang yang mengalami kerugian dengan estimasi mencapai lebih dari Rp 200 miliar.
"Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y. Saat ini terlapor dalam proses penyelidikan," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto, dikutip , Minggu (11/1/2026).
Lantas, siapakah sosok Timothy Ronald ini?
Profil Timothy Ronald
Investor muda Timothy Ronald. Kronologi Timothy Ronald Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan Kripto, Korban Mengaku Rugi Rp 3 Miliar dan Sempat Diancam
Timothy diketahui lahir di Tangerang Selatan, 22 September 2000.
Dikutip Kompas.com (28/8/2025), sosok Timothy bukanlah nama asing di dunia keuangan Indonesia.
Timothy Ronald dikenal luas sebagai investor muda yang aktif di pasar modal.
Minatnya pada pasar modal sudah dimulai sejak masih usia 14 tahun, Ketika Timothy mendalami buku-buku klasik investasi, termasuk karya Benjamin Graham The Intelligent Investor.
Buku tersebut diketahui juga menjadi pegangan Warren Buffet.
Prinip yang dipegang Timothy sejak awal sederhana, yakni melihat saham sebagai perusahaan,bukan sekedar angka di layer.
"Bagi saya, keberhasilan bukan sekedar jumlah aset, tapi bagaimana saya bisa mendorong anak muda untuk berani berinvestasi an berpikir jangka panjang," katanya.
Nama Timothy juga sempat mencuri perhatian publik setelah diketahui membeli 11 juta lembar saham salah satu bank swasta di Indonesia.
Langkahnya tersebut membuat Timothy dijuluki sebagai The Next Waren Buffet Indonesia, karena gaya investasinya yang konsisten menekankan pada fundamental dan jangka panjang.
Misi 1.000 sekolah untuk Indonesia
Timothy Ronald.
Selain dikenal di dunia investasi, Timothy diketahui juga memiliki visi besar yakni membangun 1.000 sekolah di seluruh Indonesia.Dia menilai kekayaan sejati adalah dampak nyata yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya, bukan hanya kekayaan finansial semata.
Gaya hidup mewah
Di luar aktivitasnya sebagai investor dan educator finansial, Timothy juga kerap disorot karena gaya hidup mewah, termasuk koleksi mobil-mobil eksotis yang jarang ditemui di jalanan Tanah Air, dikutip , Senin (12/1/2025)
Garasi Timothy Ronald diisi oleh deretan mobil performa tinggi dari pabrik ternama dunia. Hal ini diketahui dari berbagai unggahan media sosial dan kemunculannya di publik.
Mobil yang paling menyita perhatian salah satunya adalah McLaren Senna. Supercar asal Inggris ini dikenal sangat langka karena diproduksi terbatas secara global.
Awal mula dugaan kasus penipuan kripto Timothy Ronald
Timothy Ronald dengan McLaren MP4-12C
Kehadiran McLaren Senna di Indonesia sendiri bisa dihitung dengan jari, sehingga kepemilikannya kerap menjadi perbincangan di kalangan penggemar otomotif.
Tak hanya supercar, Timothy juga kerap terlihat menggunakan Mercedes Benz G-Class. SUV mewah bergaya boxy ini ditentik dengan kemewahan, status sosial, sekaligus ketangguhan, dan sering dipilih sebagai kendaraan harian oleh para kolektor mobil premium.
Wadah pembelajaran kripto
Timothy bersama dengan rekannya, Kalimasada mendirikan wadah pembelajaran kripto yang diberi nama Akademi Cyrpto pada 2022.
Diketahui, dunia aset kripto bukan hal baru bagi Timothy. Dia bahkan dijuluki sebagai Raja Kripto Indonesia karena telah menekuni kripto sejak lama.
Tujuan pendirian Akademi Crypto tersebut yakni untuk memberikan ilmu kepada generasi muda agar memiliki bekal untuk berinvestasi ke dunia yang tengah berkembang di Indonesia tersebut.
Selain itu, Timothy juga membuat grup aplikasi Discord dengan tujuan yang sama.
Pada awalnya, seorang korban yang tergabung di alam grup mengaku menerima tawaran untuk mengikuti trading kripto.
Sekitar Januari 2024, korban disarankan untuk membeli koin Manta dengan janji potensi naik 300-500 persen.
Korban mengaku dirugikan
Investor muda Timothy Ronald. Kronologi Timothy Ronald Dilaporkan Atas Dugaan Penipuan Kripto, Korban Mengaku Rugi Rp 3 Miliar dan Sempat Diancam
Korban yang percaya dengan penawaran tersebut akhirnya membeli koin manta sebesar Rp 3 miliar. Namun tidak mendapatkan keuntungan.Harga koin tersebut turun hingga minus porto 90 persen alias tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Korban pun merasa dirugikan sehingga mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk membuat laporan polisi guna penyelidikan dan penyidikan.
Diberitakan Kompas.com, Senin (11/1/2026), korban mengaku sempat takut karena mendapat ancaman jika melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Namun, korban akhirnya tetap membuat laporan setelah membentuk sebuah grup dan memberanikan diri.
Timothy dan rekannya dilaporkan melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1.
Keduanya juga dilaporkan atas Pasal 80, 81, 82 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, dan atau Pasal 492 KUHP dan atau Pasal 607 ayat 1.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang