Dugaan Penipuan Masagi Wedding Organizer di Garut, Puluhan Korban Rugi Rp 549 Juta

Garut, Masagi WO, Dugaan Penipuan Masagi Wedding Organizer di Garut, Puluhan Korban Rugi Rp 549 Juta, Total Kerugian Mencapai Rp 549 Juta, Nasib Pilu Calon Pengantin dan Vendor, Modus Menghilang dalam Kendaraan Umum, Keluarga Pelaku Buka Suara

Kasus dugaan penipuan massal yang dilakukan oleh penyedia jasa perencana pernikahan atau wedding organizer (WO) bernama Masagi Wedding Organizer tengah menjadi sorotan di media sosial.

Puluhan calon pengantin dan vendor di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Terduga pelaku yang merupakan pemilik WO berinisial AM (27), dilaporkan menghilang dan tidak memenuhi tanggung jawabnya.

Total Kerugian Mencapai Rp 549 Juta

Hingga Senin (12/1/2026), Kepolisian Resor (Polres) Garut terus mendata jumlah korban yang terdampak.

Berdasarkan data mandiri yang dihimpun melalui grup komunikasi bernama "Korban Masagi", jumlah korban diperkirakan telah mencapai 40 orang.

Angka kerugian yang tercatat sementara tergolong fantastis, yakni sebesar Rp 549.437.500. Rinciannya terdiri dari:

  • Kerugian klien (calon pengantin): Rp 421.757.500
  • Kerugian vendor (fotografer hingga dekorasi): Rp 127.680.000

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait kasus dugaan penipuan Masagi WO tersebut.

"Yang jelas sudah ada laporan aduan, Masagi WO. Hingga sore ini ada tiga korban yang melapor ke Mapolres Garut, sementara yang lain masih melengkapi bukti," ujar AKP Joko saat dihubungi, Senin (12/1/2026).

Nasib Pilu Calon Pengantin dan Vendor

K (25), salah satu calon pengantin yang menjadi korban, menceritakan pengalamannya. Ia dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada akhir Desember 2025, namun rencana tersebut gagal total karena AM menghilang.

"Kalau ditanya malu ya pasti malu, saya menunggu itikad baik dulu dari dia. Kalau tetap mentok ya terpaksa ikut lapor polisi," ungkap K.

Dampak kerugian tidak hanya dirasakan oleh calon pengantin, tetapi juga para vendor.

H (29), seorang vendor fotografer asal Garut, menyebutkan bahwa pembayaran atas jasa yang telah ia berikan tidak kunjung dilunasi oleh pihak Masagi WO. Akibatnya, ia terpaksa menahan hasil dokumentasi pernikahan klien.

"Kami juga jadi korban, hingga ada satu kegiatan kami tidak datang karena hak kami belum diterima sebelumnya," kata H.

Modus Menghilang dalam Kendaraan Umum

Sebelum kasus penipuan ini meledak, AM sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya pada 20 Desember 2025. Saat itu, AM dikabarkan hilang dalam perjalanan dari Garut menuju Bandung.

Informasi hilangnya AM sempat viral di Facebook dan TikTok. Narasi yang beredar saat itu menyebut AM pingsan di dalam kendaraan umum (Elf) akibat penyakit lambung (GERD) dan gangguan kecemasan di kawasan Ujung Berung atau Terminal Cicaheum.

Namun, kini muncul dugaan kuat bahwa kabar kehilangan tersebut hanyalah modus pelaku untuk melarikan diri dari kewajiban kepada klien dan vendor.

Saat ini, akun Instagram resmi @masagi.organizer sudah tidak aktif, sementara akun pribadi AM dalam kondisi terkunci (privat).

Keluarga Pelaku Buka Suara

Pihak keluarga AM mengaku terkejut dengan banyaknya aduan yang masuk setelah mereka mengunggah kabar kehilangan AM.

Kakak kandung AM, Sifa N, menyatakan bahwa keluarganya kini juga tengah mencari keberadaan sang adik yang hilang kontak sejak 19 Desember 2025.

"Waktu saya unggah kehilangan adik saya, baru catin (calon pengantin) banyak yang menghubungi, kami keluarga juga syok," tutur Sifa.

Sifa mengeklaim pihaknya telah mencoba membuka ruang komunikasi dengan para korban untuk mendata total kerugian.

Sejauh ini, sudah ada 21 calon pengantin dan sejumlah vendor yang berkomunikasi dengan keluarga.

"Semua pernikahan itu rencananya di tahun 2026 ini. Kami masih mencari keberadaan AM. Aku juga berharap ya adikku ngabarin ke keluarga, kami juga pasti ngerangkul, apalagi acaranya kan belum terlaksana jadi masih bisa diselamatin," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 3 Korban Masagi WO Garut Lapor Polisi, Keluarga Pelaku Buka Suara, Vendor Fotografer Ikut Kena Imbas

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang