Profil Xabi Alonso, Sepak Terjang Pelatih yang Dipecat Real Madrid

Real Madrid, Xabi Alonso, Profil Xabi Alonso, Sepak Terjang Pelatih yang Dipecat Real Madrid

Xabi Alonso resmi dipecat sebagai Pelatih Real Madrid pada Selasa (13/1/2026) dini hari.

Kerja sama Alonso dengan Real Madrid berakhir sehari setelah Los Blancos tumbang dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026.

Menurut Real Madrid, perpisahan Alonso dengan klub merupakan hasil kesepakatan bersama.

"Real Madrid C. F. dengan ini mengumumkan bahwa, atas kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama," tulis Real Madrid.

Profil Xabi Alonso

Pria bernama lengkap Xabier “Xabi” Alonso Olano ini lahir pada 25 November 1981 di Tolosa, Spanyol.

Sebelum masuk ke dunia kepelatihan, Alonso sudah dikenal sebagai midfielder kelas atas yang pernah membela klub-klub besar seperti Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Munich.

Sebagai pemain, ia memenangkan banyak trofi termasuk Liga Champions dengan klub dan juga Piala Dunia bersama Timnas Spanyol.

Kemudian, Alonso memutuskan gantung sepatu pada tahun 2018 dengan klub terakhir Bayern Munich. Setelah itu, ia memutuskan melanjutkan karier di dunia kepelatihan.

Perjalanan Karier Xabi Alonso sebagai Pelatih

Dilansir dari laman Transfrmarkt, ia mengawali karier sebagai pelatih di akademi Real Madrid, tim usia muda pada 2018–2019, lalu kemudian menukangi Real Sociedad B pada 2019–2022.

Nama Alonso mulai bersinar di kancah kepelatihan setelah melatih Bayer Leverkusen sejak Oktober 2022.

Di klub Bundesliga Jerman tersebut, ia mencetak sejarah dengan membawa Leverkusen meraih gelar Juara Bundesliga 2023/2024, memutus dominasi Bayern Munich.

Selain itu, Alonso juga memenangkan DFB-Pokal 2023/2024 dan menjuarai Piala Super Jerman 2024/2025.

Selama melatih di Leverkusen, ia mencatatkan rasio poin per pertandingan (PPP) 2,14 dari total 140 pertandingan.

Pencapaian mengesankan Alonso di Leverkusen menarik perhatian klub-klub besar Eropa, termasuk Real Madrid.

Keberhasilan taktik Alonso di Leverkusen, dengan gaya permainan menyerang dan penguasaan bola yang kuat, menjadi salah satu alasan Real Madrid menunjuknya sebagai pelatih kepala pada 1 Juni 2025, dengan kontrak tiga tahun.

Rekam Jejak Melatih Real Madrid

Alonso resmi menangani Real Madrid mulai 1 Juni 2025, menggantikan Carlo Ancelotti, hingga akhirnya dipecat pada 12 Januari 2026.

Selama tujuh bulan menukangi Real Madrid, ia tercatat telah menjalani 34 pertandingan dengan rasio poin per pertandingan (PPP) 2,24.

Dilansir dari Kompas.com, Alonso telah memimpin tim dalam 34 pertandingan, dengan catatan 24 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Artinya, persentase kemenangannya sebesar 70,59 persen.

Statistik ini menjadikannya sebagai salah satu pelatih dengan persentase kemenangan tertinggi dalam sejarah Real Madrid.

Hanya Manuel Pellegrini (75%), Jose Mourinho (71,91%), dan Carlo Ancelotti (70,8%) yang memiliki catatan lebih baik dari Alonso di klub.

Yang menarik, persentase kemenangan Xabi Alonso lebih tinggi dibandingkan Zinedine Zidane, yang dianggap sebagai legenda oleh penggemar.

Dalam dua periode melatih Real Madrid, Zidane mencatat 173 kemenangan, 54 hasil imbang, dan 36 kekalahan dari 263 pertandingan, dengan persentase kemenangan 65,77 persen.

Namun, perbedaan utama antara Alonso dan Zidane terletak pada jumlah trofi yang diraih.

Zidane sangat sukses di Real Madrid, terutama di periode pertama, di mana ia langsung mempersembahkan trofi Liga Champions dalam waktu singkat.

Di sisi lain, Alonso telah kehilangan dua kesempatan untuk meraih trofi selama masa jabatannya, termasuk Piala Dunia Klub 2025 dan Supercopa de Espana 2025.

Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang