Meski Harga Komoditas Anjlok, Bahlil Laporkan Realisasi PNBP Tembus Rp 200 Triliun

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 200,66 triliun per 10 November 2025, atau sekitar 78,74 persen dari target sebesar Rp 254,83 triliun.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, Bahlil mengatakan bahwa capaian tersebut berhasil diraih, meskipun sejumlah harga komoditas seperti misalnya batu bara, tengah mengalami penurunan.

"Dari target di dalam APBN, kita sudah bisa merealisasikan 78,74 persen dari target PNBP," kata Bahlil, Selasa, 11 November 2025.

[dok. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Selasa, 27 Agustus 2024]

Karenanya, Bahlil mengaku optimistis bahwa target PNBP di APBN 2025 yang mencapai sebesar Rp 254,83 triliun akan bisa tercapai.

Meskipun, saat ini sejumlah harga komoditas mengalami penurunan, seperti misalnya batu bara dan komoditas mineral lainnya. Hal itu seiring dengan asumsi harga minyak yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan asumsi makro di dalam APBN 2025.

“Kami tidak mau menjadikan penurunan harga ICP (harga minyak mentah Indonesia/Indonesian Crude Price) dan harga mineral itu untuk mengurangi target pendapatan negara,” ujar Bahlil.

Dia menambahkan, hal itu seiring dengan kondisi negara yang saat ini sedang membutuhkan banyak anggaran untuk pembiayaan, termasuk bagi sektor ESDM. Sehingga, Bahlil memastikan bahwa pihaknya akan tetap berupaya untuk merealisasikan target PNBP di dalam APBN.

Sebagai informasi, harga batu bara acuan (HBA) periode pertama November 2025 turun menjadi US$103,75 per ton, dari harga sebelumnya di US$109,74 per ton pada periode kedua Oktober 2025.

Sementara ekspor komoditas batu bara sejak Januari hingga Juli 2025 juga menurun sebesar 21,74 persen menjadi US$13,82 miliar, sebagaimana yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Padahal, pada periode yang sama di tahun 2024 lalu, kinerja ekspor komoditas batu bara ini tercatat sebesar US$17,66 miliar.