Dulu Kalahkan Bill Gates, Kini Kekayaan Satoshi Nakamoto Anjlok Puluhan Miliar Dolar Imbas Harga Bitcoin Anjlok

Misteri Satoshi Nakamoto.
Misteri Satoshi Nakamoto.

Berdasarkan data Arkham Intelligence, total kepemilikan figur misterius di balik lahirnya Bitcoin terhadap emas digital ini diperkirakan mencapai US$137 miliar. Jumlah tersebut mencakup dompet-dompet yang diyakini terhubung dengan sang pencipta. 

Dikutip dari Yahoo Finance pada Senin, 24 November 2025, kekayaan bersih Satoshi terisa sekitar US$95,6 miliar setara Rp 1.593,8 triliun (estimasi kurs Ro 16.670 per dolar AS) hanya dalam waktu sebulan. Dengan begitu, Satoshi yang semula berada di atas Bill Gates kini terlempar jauh dari jajaran orang terkaya di dunia. 

Setelah kehilangan miliaran dolar AS, Forbes melaporkan Satoshi menempati posisi ke-20 dari sebelumhya di peringkat ke-11. Diketahui kekayaan bersih Bill Gates tercatat sebesar US$104,4 miliar. 

iilustrasi kaya raya

Penurunan ini lebih dari 30 persen dari harga tertingginya di level US$126.000 yang dicetak pada awal Oktober 2025. Harga Bitcoin mulai bangkit ke level US$86.299 per keping hingga pukul 16.20 WIB pada Senin, 24 November 2025, dikutip dari MarketCoinCap.

Identitas Satoshi Nakamoto masih menjadi misteri sejak pertama kali memperkenalkan white paper Bitcoin pada 2008. Meski berbagai upaya dilakukan untuk mengungkap sosok di balik nama tersebut, termasuk dalam sebuah dokumenter HBO tahun lalu tidak ada yang berhasil meyakinkan publik.

Meski begitu, para ahli kripto berhasil memperkirakan jumlah kepemilikan Bitcoin milik Satoshi melalui pola penambangan awal yang dikenal sebagai Patoshi Pattern. Pola ini menunjukkan bahwa Satoshi diduga memiliki sekitar 1,1 juta BTC mendekati angka 1,096 juta BTC yang dilacak Arkham Intelligence. 

Nilai kekayaan itu bisa lebih besar atau lebih kecil karena publik tidak mengetahui apakah Satoshi memiliki aset lain di luar Bitcoin.

Tekanan pasar yang terus meningkat membuat sejumlah pihak meyakini kondisi ini bisa menjadi momentum kemunculan sang pencipta Bitcoin. Ancaman masa depan seperti kemajuan komputasi kuantum, yang disebut sebagai Q-Day, berpotensi membobol sistem kriptografi Bitcoin menjadi salah satu pemicunya.

Sejumlah wacana telah muncul, termasuk usulan untuk membekukan Bitcoin yang dimiliki Satoshi demi mengurangi dampak risiko. Ada juga pendapat bahwa Bitcoin perlu melakukan hard fork untuk memperkuat enkripsi jaringan menghadapi ancaman kuantum.

CEO SharpLink Gaming, Joseph Chalom, bahkan meyakini Satoshi berpotensi muncul ketika ancaman tersebut mulai mendekat. 

“Saya punya dugaan liar bahwa suatu saat, lima atau sepuluh tahun dari sekarang, ketika jaringan Bitcoin harus di quantum proof, akan ada keputusan penting terkait standar dan enkripsi,” kata Chalom.