Di Tengah Luka Bencana, Makanan Retort Hadir Jaga Gizi Para Penyintas Korban Banjir Sumatera

Relawan dan masyarakat masih bahu-membahu membantu korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Selain bahan makanan mentah atau sembako, pakaian dan obat-obatan, beberapa pihak juga mengirimkan bahan makanan siap saji.
Salah satu jenis makanan yang paling banyak dikirim adalah mi instan.
Namun, tentu saja, tak adil rasanya jika dalam kondisi psikologis rapuh usai dihantam bencana yang meluluhlantakkan kampung halaman, korban tetap "dipaksa" mengonsumsi makanan yang gizinya belum tentu seimbang.
Risiko tubuh dan psikis ambruk, adalah yang menjadi kekhawatiran banyak pihak.
Hal inilah yang tercetus di kepala beberapa relawan, yang akhirnya mencari cara bagaimana mengirimkan makanan sehat yang awet lama, sehingga aman dalam perjalanan hingga tiba di titik lokasi bencana.
Mengirim bantuan ke beberapa desa
Mengirim air bersih ke lokasi bencana di SumateraSalah satu yang memikirkan hal ini adalah Britania Sari, praktisi kemandirian pangan dan co-founder Ketumbarws.
"Mendonasikan makanan siap santap untuk penyintas bencana penting untuk kita upayakan dan usahakan, karena makanan ini dapat menjadi solusi sementara untuk daerah yang terisolir dan tidak terdapat dapur umum karena tidak tersedianya bahan pangan, listrik, air dan perlengkapan memasak," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (13/12/2025).
Bersama para relawan, Sari sudah mengirimkan makanan siap santap retort, alat filter air, mesin air, genset, air minum dalam kemasan, galon air, lauk kering, beras, biskuit, kurma, obat-obatan, pakaian layak pakai, pakaian baru, dan juga alat shalat.
"Kami juga mensupport dapur umum yang dikelola oleh warga lokal di Batuphat Barat lalu mengirimkan nasi bungkus dan kukusan umbi-umbian kemudian diantar ke daerah Sawang, Langkahan, dan Bener Meriah," paparnya.
Selain itu, Sari juga telah mengirimkan truk air bersih dan mendistribusikannya ke daerah Gampong Cot Laba dan Gampong Matang Paya di Baktiya Barat, Aceh Utara.
"Juga ke Desa Alue Dua, Desa Bantaya, Kecamatan Langsa Baro, Desa Meunasah Blang dan Tanjong Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan," sambungnya.
Makanan retort dikirim ke daerah terisolir
Dapur umum di lokasi bencana Sumatera.
Solusi makanan sehat untuk para korban adalah makanan retort.Donasi makanan siap santap dengan teknologi retort itu berisi paket lengkap nasi, lauk ikan, ayam, telur, telur asin, daging dan sayur buncis, gulai nangka, dan lain sebagainya.
"Kami juga mengirimkan paket makan siap santap berupa lauk rendang daging dan nasi goreng rendang," kata Sari.
Selain makanan utama atau main course, Sari juga mengirimkan kudapan retort seperti bubur sorghum dan juga kukusan ubi, jagung, pisang, dan telur rebus.
"Donasi makanan siap santap penyintas bencana Sumatera batch 1 dan batch 2 sudah dikirimkan lewat dokter @pritaspog dari Lembaga Bulan Sabit Merah Indonesia, tim Gimbal Alas Indonesia, dan Rufaidah Humanity Care," papar Sari.
Makanan retort yang ada adalah produk dari rekanan Ketumbarws, yaitu dari @omahlauk_byomahsyusyu, @sanrahfood, @dapur_pedak, @amimienoodle, Skyeats, dan Retort Relief.
"Makanan siap santap retort kami utamakan dikirimkan ke daerah yang terisolir seperti Aceh Tamiang, Langkahan, Sawang, Bener Meriah, dan Takengon karena akses masyarakat terhadap bahan pangan sangat sulit di sana."
Sedangkan untuk daerah bencana yang dekat dengan pasar, diupayakan untuk membuat dapur umum.
Apa itu makanan retort?
Makanan retort produksi Omah Syusyu.
Makanan retort adalah makanan dengan metode sterilisasi, di mana makanan dikemas dalam kemasan kedap udara (pouch, kaleng) menggunakan suhu dan tekanan tinggi (121-131 derajat Celsius) dalam mesin khusus (retort) untuk membunuh mikroorganisme.Dengan metode ini, makanan bisa awet lama, sekitar 1 sampai 2 tahun, tanpa pengawet.
"Makanan tetap aman dan nutrisinya terjaga, sehingga memungkinkan makanan siap disantap kapan saja," terang Sari.
Novia Tri Kusumawati dari Omah Syusyu, Dieng, Wonosobo mengatakan, makanan retort adalah makanan yang dimasak biasa lalu dikemas dalam pouch khusus retort yang tahan panas tinggi, lalu disterilisasi dengan suhu dan tekanan tertentu sehingga semua bakteri dan spora di dalam kemasan mati.
"Menunya request menu Sumatera, jadi kami siapkan nasi rendang gulai nangka, nasi tongkol balado, nasi gulai ayam, orek tempe, nasi cumi cabe hijau, nasi telor asin tumis daging buncis," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu.
Hingga hari ini, Novia sudah mengemas 3.200 paket makanan retort untuk korban bencana di Sumatera.
"Besok Senin kirim 1.000 paket pesanan Mbak Britania Sari. Kami kirim ke jakarta, Selasa baru akan dikirim ke Aceh," pungkasnya.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini