Potret Hunian Tetap Korban Banjir Sumatera, BNPB Percepat Pemulihan Pasca Bencana

BNPB, Potret Hunian Tetap Korban Banjir Sumatera, BNPB Percepat Pemulihan Pasca Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Salah satu yang sedang dipersiapkan adalah huntap bagi warga yang terdampak bencana di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Pembangunan huntap merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan hidup masyarakat.

Proses Pembangunan Huntap dan Huntara

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, percepatan pembangunan huntap dilakukan dengan memperkuat basis data dan administrasi.

Hal ini mencakup verifikasi serta validasi calon penerima bantuan agar pembangunan hunian tetap berjalan tepat sasaran.

Selain pembenahan data, BNPB turun langsung memantau pembangunan huntara serta kesiapan lokasi huntap, termasuk meninjau rumah percontohan di Desa Sibalanga.

Sudah ada rumah percontohan yang difungsikan sebagai pedoman teknis pembangunan hunian yang layak, aman, dan lebih tahan bencana, sekaligus media edukasi standar bangunan kepada masyarakat.

Pemantauan lapangan juga disertai sosialisasi kepada warga calon penerima bantuan di Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, guna menjelaskan alur program hunian secara menyeluruh.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman terkait mekanisme bantuan, tahapan pembangunan hunian, serta peran aktif warga dalam mendukung pemulihan pascabencana.

"BNPB menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun hunian dan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan baru agar masyarakat terdampak dapat bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik," ujar Muhari dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/12/2025).

Dalam perencanaan jangka panjang, pemerintah mencatat kebutuhan penanganan terhadap 5.974 unit rumah rusak berat akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.

Sebanyak 2.524 unit hunian sementara direncanakan dibangun dan saat ini memasuki tahap pencarian serta identifikasi lahan di wilayah Tapanuli Tengah dan Langkat.

Khusus di Tapanuli Utara, pembangunan hunian dijadwalkan dimulai melalui agenda peletakan batu pertama yang akan dilakukan langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Minggu (21/12/2025).

BNPB menegaskan pembangunan hunian tetap ke depan akan dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan aspek keamanan, kelestarian lingkungan, serta pemulihan sosial ekonomi warga terdampak.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini