Kisah Pilu Erna, Korban Banjir Sitaro yang Kehilangan Rumah dan Tetangga, Sempat Lari ke Pantai

Isak tangis Erna Mangengke (68) pecah saat mengingat kembali peristiwa mencekam yang menghancurkan rumahnya di Peling, Kecamatan Siau Barat, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
Banjir bandang dahsyat menerjang wilayah tersebut pada Senin (5/1/2026) dini hari, sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu, Erna tengah terlelap sebelum deru air bah membangunkannya.
"Saya panggil suami saya. Bangun-bangun. Lari-lari," kenang Erna saat ditemui di lokasi pengungsian Gereja Bethel GMIST Sitaro, Jumat (9/1/2026).
Tanpa sempat menyelamatkan harta benda, Erna dan suaminya langsung berlari menyelamatkan diri ke arah jalan raya. Bahkan, sang suami hanya sempat mengenakan celana kolor saat melompat dari tempat tidur.
Detik-detik Menyelamatkan Diri
Kondisi saat itu sangat mencekam. Menurut Erna, air yang menerjang pemukiman tidak hanya membawa material lumpur, tetapi juga bebatuan besar dan kerikil.
Dalam kepanikan, Erna masih sempat memikirkan keselamatan warga lainnya. Ia mengambil batu dan memukul tiang listrik berulang kali sebagai tanda peringatan dini bagi warga kampung.
"Kita semua lari menuju pantai karena di pantai tempat yang paling aman," tuturnya.
Namun, duka mendalam menyelimuti Erna saat mengetahui nasib tetangga dekatnya. Saat melarikan diri, ia sempat berteriak memanggil tetangganya, namun tidak ada jawaban.
"Esoknya, setelah bencana, baru saya tahu mereka sudah meninggal. Suami istri," ujar Erna lirih.
Kini, rumah beton milik Erna telah rata dengan tanah. Tidak ada barang berharga yang tersisa.
"Rumah kami lenyap. Rumah beton tapi hancur dihantam banjir dan bebatuan besar sekali. Tak ada yang tersisa," ucapnya sambil terisak.
Update Korban dan Kerusakan Bangunan
Berdasarkan data terbaru hingga Jumat (9/1/2026), dampak banjir bandang di Siau tercatat sangat masif. Tercatat ada 693 jiwa yang terdampak di tujuh kelurahan/desa yang tersebar di empat kecamatan.
Berikut rincian data korban jiwa:
- Meninggal dunia: 17 orang
- Luka-luka: 18 orang
- Hilang: 2 orang
- Mengungsi: 693 orang
Kerusakan infrastruktur juga tergolong berat. Sebanyak 206 unit bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dengan rincian sebagai berikut:
- Rumah hilang terbawa arus: 30 unit
- Rusak berat: 52 unit
- Rusak sedang: 29 unit
- Rusak ringan: 89 unit
Selain rumah warga, fasilitas publik dan pendidikan turut terdampak, di antaranya Markas Polres Sitaro, tiga bangunan sekolah, satu bengkel, dan satu kios.
Hingga saat ini, aparat gabungan yang terdiri dari TNI Angkatan Laut, Polri, dan Basarnas Manado masih terus melakukan upaya pencarian terhadap dua korban yang hilang.
Kedua korban tersebut diketahui bernama Adris Pianaung dan Leonal Pianaung (anak laki-laki), keduanya merupakan warga Siau Timur.
Kapolres Sitaro AKBP Iwan Permadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan Tim Aman Nusa II Ditpolairud untuk menyisir wilayah perairan.
"Pencarian terhadap korban bencana dilaksanakan bersama Basarnas dan Angkatan Laut di wilayah seputaran perairan Siau Timur," jelas AKBP Iwan Permadi.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Kesaksian Erna Mangengke Korban Terdampak Banjir di Siau: Terbangun oleh Deru Air Bah, Rumah Lenyap
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang